Pariwara
Metro Kendari

19 Februari Mendagri Lantik Pj Gubernur Sultra

Plt Gubernur Sultra, H. M. Saleh Lasata

KENDARIPOS.CO.ID — Masa jabatan pemerintahan Nur Alam-Saleh Lasata sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra akan berakhir 18 Februari. Tiga hari sebelum berakhir masa jabatan, Plt.Gubernur Sultra, Saleh Lasata sudah tidak berkantor lagi. Saleh Lasata mengatakan 12 Februari nanti menjadi apel terakhir dirinya bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra di kantor Bumi Praja Anduonohu. Saleh juga akan meresmikan semua proyek yang dibangun di masa Nusa memimpin. Total ada 20 proyek yang akan diresmikan Saleh Lasata mewakili Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam yang sedang berhalangan tetap.

“Tanggal 12 Februari, saya akan ambil apel terakhir di sini. Setelah apel, saya akan resmikan beberapa proyek kami selama 10 tahun menjadi gubernur dan wakil gubernur. Yang sudah selesai seperti Masjid Al Alam, kantor PU dan kantor pemerintahan lain yang ditempatkan di kawasan bumi praja, tower Bank Sultra dan proyek lain. Ikut RUPS Bank Sultra,” ujar Saleh Lasata saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/2).

Menurut Saleh Lasata, 18 Februari pagi ia sudah harus terbang ke Jakarta sesuai permintaan Mendagri, Tjahjo Kumolo. Sebab, 19 Februari, ia bersama istri dan Tina Nur Alam selaku istri dari gubernur Sultra, akan menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah penjabat (Pj) Gubernur Sultra, sekaligus menerima penyerahan memori dari Mendagri. Saleh Lasata akan memberikan sambutan di acara yang akan dihadiri Tjahjo Kumolo beserta pejabat eselon 1 dan II lingkup Kemendagri, termasuk anggota DPD RI.

Siapa yang akan menjadi penjabat gubernur Sultra, Saleh mengaku tidak tahu. Sebab urusan Pj Gubernur Sultra, menjadi kewenangan Mendagri. Yang jelas, Pj Gubernur Sultra sudah pasti berasal dari eselon I A dan I B (setingkat Sekprov). Siapa yang akan dipilih, itu sudah domain Tjahjo Kumolo selaku Mendagri. Sempat mencuat nama Syarifuddin yang juga putra daerah asal Sultra. Tapi mengenai hal itu, Saleh lagi-lagi mengaku tidak tahu. Namun andai diberi pilihan, kata bapak 3 anak itu, tentu dia akan memilih Syarifuddin dengan alasan putra daerah yang tentu sudah paham kondisi dan kultur masyarakat Sultra.

“Kalau ditanya saya pribadi, saya akan setuju kalau Syarifuddin. Dia sudah kenal Sultra dan banyak membina kita dalam tata kelola anggaran. Hanya saja jabatan dia kan teknis, dia di keuangan dan menteri selalu butuh dia, kalau yang lain mungkin bisa diwakilkan. Kalau saya ditanya menteri, wajarlah saya pilih sarifuddin. Ada faktor subjektifitas karena kedekatan itu tadi. Saya menduga Pj dari Kemendagri. Sultra kan dianggap tidak rawan, jadi kemungkinan besar dari sipil,” jelasnya.

Sebelumnya, Saleh Lasata sudah menemui Nur Alam. Pada pertemuan itu, Nur Alam menitip pesan agar ASN maupun pelanjutnya nanti, mejaga intensitas pembangunan yang sudah dicapai. Momentum itu harus dipelihara, agar pembangunan di Sultra makin meningkat dari tahun ke tahun.
“Beliau (Nur Alam) harapkan, yang gantikan beliau tinggal lanjutkan. Bukan saya promosi, tapi kami sudah membangun sesuai janji kami. Jalan dan listrik yang jadi janji kami waktu kampanye, alhamdulillah pak Nur Alam sudah selesaikan. 70 persen jalan provinsi selesai, masjid Al Alam, kantor pemerintahan di pindahkan ke sini, tower bank Sultra. Kadang-kadang orang lupa, tapi alhamdulillah kita selama 10 tahun banyaklah yang kami bangun,” tandasnya. (ind/b)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top