Pariwara
Hukum & Kriminal

Tersangka Dugaan Korupsi di Satpol PP Sultra Segera Ditetapkan

Janes Mamangkey

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan dugaan korupsi dana dekonsentrasi yang melekat di Satpol PP Provinsi Sultra mulai ada titik terang. Jaksa telah menuntaskan proses penyidikan kasus yang terjadi tahun 2015 dan 2016 itu. Pemeriksaan saksi dan perampungan berkas sudah dilakukan jaksa penyidik. Bahkan penyidik telah mengajukan permintaan audit potensi kerugian negara kepada auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra. Sembari menunggu hasil audit, jaksa bersiap melakukan gelar perkara. Salah satu agendanya adalah penetapan tersangka.

Rencana gelar perkara kasus dugaan korupsi di Satpol PP Sultra itu dibenarkan Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey, SH. Gelar perkara atau ekspos kasus bakal lakukan pekan ini. Soal siapa yang berpotensi jadi tersangka ? Janes belum mau menyebutkan. Yang jelas, siapapun yang jadi tersangka nanti, sudah melalui mekanisme hukum.

Janes Mamangkey menjelaskan tim jaksa telah memeriksa sejumlah saksi seperti puluhan personel Satpol PP, bendahara dan mantan Kasat Pol PP Sultra, Abustam yang dianggap sebagai pelapor dalam kasus ini. Dokumen-dokumen tentang lalu lintas anggaran yang dilaporkan juga sudah diterima jaksa. “Kami tunggu tim. Sembari menunggu audit. Mudah-mudahan cepat gelar perkaranya,” ujar Janes Mamangkey, Rabu (31/1/2017).
Para pelaku yang diduga mengutip duit negara yang anggarannya bersumber dari dana dekonsentrasi APBN tahun 2015 sebanyak Rp 900 juta. Selain itu, disinyalir ada mark up anggaran pengadaan seragam pada tahun 2016 yang anggarannya berasal dari APBD Sultra sekira Rp 30 juta.

Janes Mamangkey menjelaskan anggaran tersebut untuk pengadaan pakaian dinas lapangan (PDL), tetapi yang diterima personel justru pakaian dinas harian (PDH). Harganya pun jauh lebih murah. Harga seragam PDL per satuannya sekira Rp 250 ribu, sedangkan PDH Rp 150 ribu. Terdapat selisih sekira Rp 100 ribu. Pengadaan seragam pada tahun 2015 sekira 397 pasang. Selain PDH, di tahun 2016 juga terdapat pengadaan seragam Pataka sebanyak 60 setel, namun pengadaan seragan itu diduga fiktif. “Kira-kira seperti itu modusnya. Hampir semua saksi kita sudah periksa. Tinggal kami tentukan tersangkanya,” tutup Janes Mamangkey. (ade/c)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top