Space Iklan
Pariwara
HEADLINE NEWS

Kasus Korupsi DAK, Empat Anggota Banggar DPRD Muna Digarap Penyidik

Awal Jaya Bolombo, usai diperiksa Jaksa sebagai saksi kasus korupsi DAK Muna.

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan kasus mega korupsi dana alokasi khusus (DAK) Muna tahun 2015 terus berlanjut. Satu per satu saksi yang ditengarai mengetahui hilir mudiknya dana negara itu dipanggil jaksa. Setelah pejabat pemerintah kabupaten (pemkab) Muna dan pengawas proyek dimintai keterangan, jaksa kembali melebarkan penyidikkan ke pihak legislatif. Sedikit demi sedikit informasi dikumpulkan demi mengurai sengkarut skandal kejahatan “kerah putih” tersebut.

Rabu (31/1/2017), empat anggota badan anggaran (banggar) DPRD Muna dapat giliran menghadap jaksa. Mereka adalah Awal Jaya Bolombo, Ali Basa, La Sanusi dan La Ode Naftahu. Ke empat wakil rakyat itu hadir sejak pagi dan merampungkan pemeriksaan tidak bersamaan. La Ode Naftahu lebih dulu keluar dari ruang penyidik. Sayangnya, ia pelit bicara pada wartawan. “Saya keluar sebentar, mau foto copy dulu,” katanya sembari berlalu dan tak kembali lagi ke kejaksaan. Awal Jaya Bolombo tidak jauh berbeda. Ketua Komisi I DPRD Muna itu juga irit bicara. Ia hanya mengatakan jika jaksa mencecarnya dengan 18 pertanyaan. Secara garis besar soal pembahasan anggaran pembayaran proyek yang menyeberang tahun. “Lebih jelasnya tanya jaksa saja ya,” ujarnya.

Lebih jauh, Kasi Intel Kejari Muna, Sofyan menjelaskan jika empat anggota Banggar dimintai keterangan soal pembahasan plot anggaran DAK Muna 2015. Sayangnya, karena itu merupakan pokok perkara, Sofyan tidak menjelaskannya secara detail. “Kami menanyakan seputar DAK 2015 maupun pembahasan anggaran yang menyeberang tahun,” urainya.

Empat anggota Banggar ternyata bukan yang terakhir diperiksa, Kejaksaan sudah menjadwal pemanggilan empat anggota Banggar lainnya yakni Frebi Rifai, Abdul Rajab Biku, La Ode Iskandar dan La Ode Gamuna pada Kamis, hari ini. “Besok (hari ini,red) akan dipanggil 4 atau 5 orang lagi. Kurang lebih akan dutanya tentang DAK Muna dibahas di Banggar atau tidak,” paparnya.

Bola liar kasus ini dipastikan akan terus bergulir. Jaksa memastikan pemeriksaan saksi tidak akan berhenti di anggota Banggar. Jaksa membuka kemungkinan tim anggaran pemerintah daerah ( TAPD) akan ikut diperiksa. “Nanti ada saatnya kami panggil,” katanya, sembari menyebut sebelum itu, jaksa bakal mengagendakan lebih dulu pemeriksaan ketua dan sekretaris Banggar DPRD Muna.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top