Pariwara
Hukum & Kriminal

Kakek yang Cabuli Tiga Anak di Buton Dijerat Pasal Berlapis

BELASAN TAHUN: Tersangka pencabulan anak-anak di bawah umur, La Asida (pakai masker) terancam menghabiskan masa tuanya dalam penjara. Karena perbuatan bejatnya, La Asida dijerat pasal berlapis. La Asida saat digiring ke Mapolres usai ditangkap personel Satreskrim Polres Buton, beberapa waktu lalu. Foto : DOK. AMEL / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Kakek cabul, La Asida, bakal menjalani masa tuanya selama belasan tahun dalam kerangkeng besi. Polisi menerapkan pasal berlapis terhadap kasus pencabulan yang dilakukan La Asida. Pria berusia 70 tahun itu dijerat pasal 81 ayat 2 juncto pasal 76B, subsider pasal 82 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. La Asida ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur.

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reseres Krinimal (Satreskrim) Polres Buton sudah menuntaskan berkas penyidikan tertangka La Asida. Bahkan penyidik sudah melakukan tahap 1 atau menyerahkan berkas penyidikan untuk diteliti jaksa. Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sugiri mengatakan proses penyidikan sudah tuntas. Saat ini masih menunggu tahap 2 atau berkas dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan. Jika sudah P21, maka tersangka, berkas dan barang bukti segera dilimpahkan ke jaksa untuk disidangkan ke pengadilan negeri. “Untuk penyidikan semua sudah lengkap dan pelaku masih kami tahan,” kata AKP Sugiri di ruang kerjanya, Selasa (30/1).

Dari hasil penyelidikan dari 4 anak hanya 3 orang yang terbukti dicabuli setelah melalui hasil visum. Terdapat bekas memar pada alat vital 3 bocah. Untuk diketahui, dari hasil pemeriksaan tersangka, aksi bejat kakek cabul itu dilakukan sejak Desember 2017 dan baru terungkap Minggu, 7 Januari 2018. Tindakan amoral La Asida terungkap setelah salah seorang korban mengadu kepada ayahnya, Senin (8/1). Sehari setelah itu, La Asida ditangkap ditangkap di kediamannya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu mengiming-imingi duit Rp 2.000 kepada para korbannya. Usai menyalurkan syahwatnya di perkebunan warga, La Asida mengancam korban-korbannya agar tidak mengungkap aib itu kepada siapapun. Kepada polisi, tersangka La Asida mengaku berbuat cabul karena khilaf. (mel/b)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top