Pariwara
HEADLINE NEWS

Hado Hasina Diminta Sukseskan Pilwali Baubau, Dilarang Rombak Pejabat

SEMATKAN PIN EMAS: Hado Hasina resmi dilantik sebagai Pj Wali Kota Baubau oleh Plt Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata di Aula Pola Bahteramas kantor Gubernur Sultra, Rabu (31/1). Pria yang masih menjabat sebagai Kadishub Sultra ini akan memimpin Baubau sampai ada wali kota definitif.

KENDARIPOS.CO.ID — Rabu (31/1/2017), tepat pukul 09.39 Wita, Hado Hasina resmi menjabat sebagai penjabat (Pj) Wali Kota Baubau. Pemilik nama lengkap Dr. Ir. H. Hado Hasina, MT diambil sumpahnya oleh Plt. Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata di Ruang Pola Bahteramas kantor Gubernur Sultra. Memakai seragam putih-putih, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sultra itu terdengar lantang mengucap sumpah jabatannya.

“Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajibannya sebagai Pj wali kota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UU 1945, dan menjalankan UU dan segala aturannya. Menjalankan selurus-lurusnya aturan yang berlaku dan berbakti pada masyarakat nusa dan bangsa,” ucap Hado Hasina saat mengikrarkan sumpah jabatannya di depan seluruh tamu undangan.

Usai pengambilan sumpah itu, di pundak mantan Kadishub Butur ini langsung disematkan tanda pangkat dan tanda jabatan, disusul dengan penyerahan SK pengangkatannya. Kemudian ada serah terima memori jabatan dari AS Tamrin sebagai Wali Kota Baubau yang baru saja purna bakti kepala Hado Hasina. Plt. Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata menyebut serah terima jabatan kali ini paling menarik sepanjang sejarah di Sultra. Hal menarik dimaksud adalah serah terima tugas dari seorang doktor kepada pejabat baru yang juga seorang doktor. “Ini baru pertama kali terjadi, dua-duanya adalah doktor. Makanya saya sempat grogi juga tadi saat berada diantara dua doktor ini,” katanya saat memberikan sambutan sambil tersenyum.

Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Sultra dua periode ini berpesan agar Hado Hasina melaksanakan amanat presiden terkait tugas barunya tersebut. Salah satunya, menyukseskan pemilihan wali kota (pilwali) Baubau. “Tugas saudara adalah memimpin Baubau sampai ada wali kota defenitif. Tentu ini akan ada tantangannya. Terutama soal stabilitas pemerintahan selama pilwali berlangsung,” ungkap Saleh Lasata. Menurutnya, pilwali Baubau tidak masuk daerah rawan pilkada di Sultra. Sehingga, tantangannya sedikit lebih ringan. Hanya saja tidak boleh lengah. Pj wali kota harus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh stakeholder yang ada, supaya bersama-sama menjaga stabilitas. “Pj wali kota juga harus memastikan ASN tidak terlibat politik praktis. Semua harus menjaga netralitas,” ingatnya.

Hal lain tak kalah penting, lanjut mantan Bupati Muna ini, Pj wali kota dilarang untuk menggeser pejabat, kecuali atas izin menteri dalam negeri (Mendagri). Bukan “diharamkan”, tapi ada saatnya untuk melakukan itu. “Sebaiknya ‘pelihara’ saja para pejabat, tingkatkan kinerja mereka. Pacu mereka supaya berkontribusi membina masyarakat agar stabilitas daerah terjaga dengan baik,” katanya lagi.  Tugas lain juga masih kata Saleh Lasata, Pj wali kota harus mengawal penyusunan APBD Perubahan bahkan sampai implementasi kegiatannya. “Kalau belum ada pelantikan sampai November, berarti bukan hanya APBD Perubahan tetapi juga APBD Induk 2019 masih menjadi tugas dari saudara,” pesannya.

1 of 2

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top