Pariwara
HEADLINE NEWS

Sidang Lanjutan Nur Alam, Direktur PT. Billy: IUP PT. AHB Sudah CnC

SIDANG: Suasana sidang lanjutan Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Yogi/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sidang lanjutan Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat, selasa (30/1). Enam saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Emi, Suharto Maryosuroyo, Koe Tjin Shin, Soni Pamini, Arfan Mustafa dan Sulastri Harry Ibrahim.

Dari ke enam saksi, nama Suharto Maryosuroyo paling menarik keterangannya. Sebab, dia menjabat sebagai Direktur PT. Billy Indonesia. Dibanding saksi lain, dia paling mengerti soal perjalanan PT. Billy di Sulawesi Tenggara (Sultra). Termasuk dengan proses take over (pengambilalihan) PT Anugerah Harisma Barokah (PT. AHB) oleh PT Billy.

Dalam proses persidangan tersebut, Suharto dicecar JPU KPK dengan banyak pertanyaan. Tidak hanya soal proses mendapatkan IUP PT.AHB, tapi juga menelisik keterlibatan Nur Alam di dalam PT.AHB. Pasalnya, versi JPU KPK, gubernur Sultra dua periode itu tak asing di PT. Billy. Bahkan, perayaan ulang tahunnya digelar di kantor PT. Billy usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), 9 Juli 2010 di kantor PT Billy Indonesia.

Memulai pertanyaanya, JPU mencecar Suharto terkait dengan proses take over PT. AHB oleh PT Billy. Menjawab pertanyaan JPU, Suharto mengaku ditawarkan IUP yang berlokasi di Bombana, Sulawesi Tenggara. “Ada yang datang menawarkan IUP untuk dikelola. Setelah diproses, ternyata dilokasi IUP tersebut memiliki potensi tambang,” kata Suharto dihadapan mejelis hakim, selasa (30/1).

Selanjutnya, JPU menanyakan soal IUP yang diterima oleh PT. Billy dari PT. AHB. “Apakah saat menerima IUP tersebut, Anda yakin tidak bermasalah?,” tanya JPU. Menurut Suharto, IUP tersebut telah mendapatkan lisensi clean and clrear (CnC) dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). “Buktinya sudah ada lisensi CnC dari Kementerian ESDM. Memang di sekitar wilayah IUP tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Namun semua itu tidak masalah, karena ada lisensi CnC dari Kementerian ESDM,” jelasnya.

Tak puas sampai disitu, JPU mencecar Suharto soal maksud perayaan ulang tahun Nur Alam di kantor PT Billy Indonesia. “Ada apa usai RUPS, di kantor PT. Billy dirayakan ulang tahun terdakwa. Apa benar ada perayaan tersebut,” tanya JPU lagi.

Namun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Suharto. Menurutnya, dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi saat RUPS PT. Billy. “Waktu RUPS tidak ada. Pernyataan itu bukan keterangan saya,” tegas Suharto.

Namun, tak percaya begitu saja JPU kembali membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Suharto saat diperiksa oleh penyidik. Namun, Suharto tetap menyangkal BAP tersebut. Dirinya tetap bersikukuh tidak mengetahui apa yang terjadi usai RUPS PT. Billy. “Coba Anda ingat-ingat, cobalah untuk jujur. Anda sudah bersumpah, umur kita tidak ada yang tahu. Atau, apa Anda mau mencabut BAP l tersebut,” tanya JPU. Suharto tetap pada pendiriannya, mengaku tak mengetahui soal perayaan ulang tahun Nur Alam di PT. Billy. “Saya tidak ingat lagi,” imbuhnya.

Kuasa hukum Nur Alam, Didi Supriyanto mengatakan, semua penjelasan saksi tidak akan yang berhubungan langsung dengan kliennya. Kata dia, tidak ada keterlibatan atau bukti langsung yang bisa memastikan Nur Alam terlibat dalam kegiatan PT Billy atau PT AHB. “Klien kami jelas tidak ada kaitan langsung dengan kasus ini,” ujarnya. (b/yog)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top