Pariwara
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Optimalkan Persiapan Penyaluran BPNT

Diskusi terbatas terkait persiapan penyaluran Bantuan Pangan Nontunai yang dipimpin Kepala BI Sultra, Minot Purwahono, pada salah satu rumah makan di Kendari, selasa (30/1). Foto: Lindri Merinda/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus optimalkan persiapan sebelum Bantuan Pangan NonTunai (BPNT) disalurkan pada Juni hingga Juli mendatang. Kepala BI Sultra, Minot Purwahono mengatakan, BPNT merupakan lanjutan dari Program Keluarga Harapan (PKH) di tahun sebelumnya.

Lanjut dia, penerima manfaat dari bantuan tersebut, otomatis langsung terdaftar sebagai penerima BPNT. Jika penerima PKH mendapat uang tunai, maka untuk penerima BPNT hanya mendapat kartu yang didalamnya sudah inklud uang sejumlah yang telah ditentukan pemerintah.

Di Sultra, baru dua kota yang akan dapat BPNT yakni Kota Kendari dan Baubau. Adapun total penerima untuk dua kota itu yakni 15.519 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya, untuk Kota Kendari sebanyak 8.782 KK dan Baubau sebanyak 6.737 KK.

“Posisi BI sebagai regulator di bidang sistem pembayaran. Nantinya, yang akan menyalurkan adalah perbankan yang ditunjuk dalam hal ini BNI dan BRI. Data dari Kemensos, masuk ke perbankan by name, by address,” kata Minot didampingi Kepala Tim SP, PUR BI Sultra, LM Bahtiar Zaadi dan Fasilitator PKH Kota Kendari, Jasman, S.Sos., saat diskusi bersama dengan insan pers, di salah satu rumah makan di Kota Kendari, selasa (30/1).

Menurut Minot, penerima BPNT akan mendapatkan kartu. Dimana di dalam kartu, sudah terisi saldo senilai R. 110.000 perbulan yang bisa digunakan langsung oleh masing-masing keluarga penerima bantuan tersebut.

“Kartu tadi dipakai belanja beras, telur, minyak dan terigu. Itu ditujukan untuk beli kebutuhan pokok. Nanti setiap penerima belanja ke warung yang sudah kerjasama dengan BNI. BPNT tidak bisa ditarik untuk pembelian lain. Terserah dipakainya kapan, karena saldo tetap akan ada. Tapi nggak bisa kalau untuk beli pulsa,” jelasnya.

Tujuan BPNT, kata dia, supaya tepat sasaran. Karena regulasinya yang berubah, maka secara otomatis, bank juga tidak akan mencairkan uangnya, apabila nama atau identitas beserta alamat penerima tidak sesuai dengan yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Fasilitator PKH Kota Kendari, Jasman, S.Sos., menjelaskan, akan ada ketidaksesuaian data antara PKH dan BPNT. Bahkan dia sudah meyakini akan ada complain yang masuk, seperti yang terjadi saat launching pembayaran PKH tahun sebelumnya. Dimana, saat pembukaan rekening, rata-rata kendala di lapangan ditemukan adanya perbedaan antara kartu Keluarga (KK) dan KTP penerima. Akibatnya, uangnya tidak bisa dicairkan. Meski demikian, Jasman menjamin, penerima bantuan PKH sejumlah 720 KK, datanya sudah valid 100 persen. Sehingga tidak akan ada lagi masalah dalam pencairannya.

Lebih lanjut, Jasman menguraikan, bahwa kesiapan infrastruktur BPNT sudah tersedia seperti e-warung. Karena itu sudah terintegrasi dengan pihak bank dalam hal ini BNI.Sehingga masyarakat yang termasuk dalam penerima PKH atau yang akan berganti menjadi BPNT, akan belanja di warung yang sudah terkoneksi dengan bank.

“E-warung sudah ada di Kota Kendari diantaranya di Puuwatu 2 dan Kadia. jadi, penerima BPNT nanti belanja di warung yang sudah bekerjasama dengan BNI. Di e-warung, bisa juga belanja pulsa listrik. karena ada subsidi listrik Rp 80 ribu. Peran dari bank penyalur, itu penyediaan transaksi. E-warung yang sedia bahannya.Mereka diberikan kewenangan untuk cari distributor di bawah harga bulog. Tapi harus ada perjanjian kerjasama dan harus diketahui dinas,” tandasnya. (Ind/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top