Pariwara
Buton Selatan

Terkait Pentingnya Transaksi Nontunai, Bank Sultra Edukasi Jajaran Pemkab Busel

Jajaran Pemkab Busel

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Sultra berkomitmen menyukseskan penerapan transaksi nontunai di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Makanya, lembaga yang dinakhodai Khaerul Kumala Raden ini tak pernah berhenti memberikan edukasi kepada pemerintah daerah, khususnya bagian perbendaharaan. Senin (29/1), Bank Sultra mengujungi Kabupaten Buton Selatan (Busel) melakukan sosialisasi yang diikuti 200 peserta dari jajaran Pemkab Busel.

“Instruksi Mendagri tentang implementasi transaksi nontunai dalam hal pengelolaan keuangan daerah, harus sudah diterapkan mulai 1 Januari 2018. Makanya, Bank Sultra terus melakukan edukasi melalui sosialisasi penerapan sitim transaksi nontunai kepada seluruh pejabat pemerintahan yang ada di daerah, termasuk Busel,” ungkap LM Mustika,SE.,MM, Sekretaris Perusahaan Bank Sultra, Senin (29/1).

Sekretaris Perusahaan Bank Sultra, LM Mustika (berdiri) memberikan penjelasan tentang pentingnya transaksi nontunai kepada jajaran Pemkab Buton Selatan, senin (29/1). Sekira 200 peserta ikut dalam sosialisasi tersebut. Foto: Akhirman/Kendari Pos

Selain sebagai pemegang kas daerah, lanjut dia, Bank Sultra juga berperan untuk mensukseskan penerapan transaksi nontunai yang digagas pemerintah pusat. Makanya, secara perlahan Bank Sultra terus memberikan pemahaman kepada seluruh pejabat pemerintahan yang ada di Bumi Anoa. “Dalam perkembangannya, transaksi ini tidak mesti sekaligus. Disesuaikan dengan kondisi wilayah daerah masing-masing. Apalagi kita sebagai daerah kepulauan, yang belum ditunjang sepenuhnya dengan kelancaran jaringan telekomunikasi seperti daerah jawa. Sehingga penerapanya tidak sekaligus, tetapi secara berangsur. Yang penting sudah ada yang mulai menerapkan,” terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra, pihaknya telah mengujungi 15 diantaranya. “Tersisa yang belum kita kunjungi adalah Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe Kepulauan,” ucapnya.

Ia menambahkan, mengenai transaksi nontunai, khususnya bagi yang sudah berjalan, sama halnya dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Sehingga, misalkan ada pembelian ATK oleh Pemda, maka tidak perlu pakai tunai. Kalau misalkan ada Sistim Informasi Keuangan Daerah (SIKD), maka cukup dientri di kantor keuangan, maka transaksi langsung masuk ke rekening yang dituju. “Inilah pentingnya (transaksi nontunai, red). Mudah-mudahan kalau semua sudah berjalan baik, kita akan turun hingga ke daerah-daerah,” ucapnya.

“Makanya kita harapkan agar sosialisasi ini dapat berhasil. Untuk lebih memudahkan trasaksi dan menghindari tindakan kriminal yang terjadi seperti perampokan. Karena kalau sudah berlaku, maka tidak ada lagi bendahara yang membawa-bawa uang,” imbuhnya.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Busel, La Ashari mengungkapkan Pemkab Busel sangat antusias dengang sosialisasi kebijakan penerapan transaksi nontunai yang digelar Bank Sultra. Karena sebagian besar kebijakan anggaran yang dilakukan Busel telah menggunakan transaksi tersebut. “Tentu ini hal yang sangat positif dalam hal pengembangan SDM berkaitan dengan transaksi nontunai. Karena saat ini juga sebenarnya kita sudah menerapkan hal itu. Hanya saja belum berlaku secara keseluruhan, karena kondisi jaringan yang belum memadai,” pungkasnya. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top