Pariwara
Hukum & Kriminal

Hutan Lawaki Jaya di Kolut Diklaim Lahan Warisan, Aparat Harus Usut Dalang Perambahan

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman SH

KENDARIPOS.CO.ID — Dalang perambahan hutan Desa Lawaki Jaya, Kecamatan Tolala, Kolaka Utara (Kolut) diduga bernama Rusli. Dia mengklaim lahan tersebut adalah lahan warisan lalu memobilisasi warga asal Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga yang termakan klaim Rusli merambah ratusan hektare lahan yang masuk kawasan hutan. Rusli mengaku lahan itu milik leluhurnya sehingga tidak perlu mengantongi izin untuk membuka lahan.

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman SH menjelaskan warga Lawaki Jaya marah karena pembalakan tidak terkendali dan justru digarap oleh orang luar Kolut untuk dijadikan lahan perkebunan. Janji bagi 2 luas lahan yang digarap tersebut dari oknum Rusli membuat para pekerja atau pengolah lahan dirugikan karena tidak mendapat apa-apa setelah diminta meninggalkan lokasi, Minggu (28/1).

Warga Lawaki Jaya yang turun ke lokasi melakukan aksi protes diduga karena Rusli mengabaikan panggilan Kepala Desa (Kades) Lawaki Jaya. Sementara itu yang menjadi perantara Rusli dan pekerja bernama Agus mendatangkan pekerja ke Lawaki untuk membuka lahan. “Dipanggil berkali-kali Rusli bilang tidak usah. Gampang itu, karena kemenakannya ji (Agus),” kata Kapolsek mengutip perkataan Rusli, Senin (29/1).
Klaim lahan warisan dan mengabaikan panggilan Kades Lawaki Jaya tentunya membuat masyarakat setempat diremehkan. Sementara warga Lawaki kesulitan memperoleh lahan karena aturan pemerintah yang dilarang keras melakukan perambahan.

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman menuturkan Kades Lawaki Jaya, Topan mengaku sudah berkali-kali meminta Rusli dan Agus menghadap dan menunjukkan bukti klaim kepemilikan. Pasalnya, aparat desa setempat juga telah melakukan sosialisasi menyangkut penurunan status hutan. “Kalau ada bukti ajukan proposal baru diteliti apakah bisa diolah apa tidak. Namun menurut kades tidak digubris panggilannya,” tutur Ipda Rahman.

Lanjut Ipda Rahman, Agus menyatakan akan menyampaikan klarifikasi menyangkut hal itu paling lambat besok karena dirinya masih di Malangke, Palopo. Sementara itu para pekerja sudah diminta kembali ke kampung mereka masing-masing karena dianggap aktivitas mereka ilegal. Untuk diketahui, berdasarkan laporan aparat saat mengamankan aksi warga Lawaki Jaya di lokasi perambahan, luas lahan yang digunduli hampir mencapai 200 hektare. (rus/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top