Pariwara
Nasional

10 PT Asing Diizinkan Beroperasi di Indonesia

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi asing (PTA) beroperasi di Indonesia. Kebijakan baru pemerintah ini terkait dengan adanya era revolusi industri 4.0. “Menghadapi globalisasi di sektor pendidikan, pemerintah melakukan perubahan di bidang kelembagaan. Salah satunya menyiapkan pembelajaran daring dengan merujuk peraturan menteri tentang standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ),” tutur Menristekdikti Mohamad Nasir di kantornya, Senin (29/1).

Selain itu, pemerintah membuka kesempatan universitas unggul di dunia beroperasi di Indonesia. Periode lalu, tidak ada PTA beroperasi di Indonesia. “Tahun ini dibuka kuliah jarak jauh untuk PTA. Jangan dianggap ini sebagai penjajahan karena kuliah daring atau kuliah jarak jauh sudah jadi tuntutan di era revolusi industri 4.0,” paparnya.

Walaupun sudah membuka kesempatan untuk PTA, ada syarat yang harus dipenuhi. Yaitu harus bekerja sama dengan PT Indonesia, lokasi dan program studi (Prodi) ditetapkan Kemenristekdikti. “Saat ini yang bisa dijajaki PTS hanya prodi ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika. Tidak semua PTA yang akan saya beri izin. Semuanya ada prosedur seleksinya,” ucapnya.

Saat berkunjung ke Inggris beberapa waktu lalu, mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu mengundang langsung kehadiran kampus di sana untuk membuka cabang di Indonesia.

Dia mambantah jika animo perguruan tinggi asing membuka studi di Indonesia sepi. ’’Yang antri itu sudah banyak,’’ jelasnya. Selain dari Inggris juga ada di Australia. Kampus dari negeri kanguru yang sudah menawarkan niat membuka kuliah di Indonesia adalah Central Queensland University. Kemudian dari Inggris ada Cambridge University.

Dia menjelaskan selama ini Cambridge sudah mulai eskosodus melalui kursus atau pendidikan bahasa Inggris ke jenjang SMA sederajat. Nasir mengungkapkan Cambridge sejatinya juga ingin masuk lebih tinggi hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Nasir mengatakan untuk bisa membuka kelas di Indonesia, ada beberapa persyaratan. Diantaranya dalah kampus asing wajib bekerjasama dengan kampus swasta (PTS) lokal. Sehingga jatuhnya nanti kampus asing itu tetap berstatus kampus swasta. Kemudian jurusan atau program studi yang dibuka adalah rumpun STEM (science, technology, engineering, math). Selain itu juga program penunjang seperti bisnis teknolog.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top