Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Stok Beras di Sultra Aman

Lumbung Beras: Pedagang beras di Pasar tradisional Mandonga, beberapa waktu lalu. Foto: Dok/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.IDSulawesi Tenggara (Sultra) merupakan daerah lumbung padi. Makanya, kendati sempat terjadi kenaikan harga beras di pasaran sejak Desember tahun lalu, namun hal itu tak berarti stok beras menipis. Sebaliknya, persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra, masih berada di level aman hingga 5 bulan mendatang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, sudah menjamin hal itu.

Kadis Perindag Sultra, Hj. Siti Suleha mengatakan, impor beras maupun kenaikan harga beras di pasar-pasar, tidak mempengaruhi stok beras yang akan dikonsumsi masyarakat. Tidak akan terjadi kelangkaan seperti yang dikhawatirkan. Terkait naiknya harga beras di pasaran, kata Suleha, itu disebabkan adanya permainan harga yang dilakukan spekulan dan cuaca yang mempengaruhi hasil panen.

“Kebutuhan beras kita masih terpenuhi. Masih bisa untuk lima bulan ke depan. Makanya kami tim Satgas pangan dan TPID, turun lapangan beberapa waktu lalu,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Menurut mantan Pj. Bupati Bombana itu, hasil cek lapangan, tidak semua beras mengalami kenaikan harga. Hanya beberapa jenis saja seperti beras medium, yang tadinya seharga Rp 9.350/Kg naik menjadi Rp 10.000/Kg.

“Sultra ini daerah lumbung padi. Hampir di semua kabupaten, memiliki sawah. Jadi, kalau ada yang bilang ada kelangkaan beras, saya kira sangat sulit terjadi,” jelasnya.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, Ali menambahkan, kenaikan harga beras lebih disebabkan adanya pelaku usaha dari luar Sultra yakni dari Sulsel dan Pulau Jawa, yang membeli beras dan gabah dari petani Sultra dengan harga yang lebih mahal dibanding harga dari Bulog. Misalnya, Bulog membeli dari petani dengan harga Rp 3.700/Kg. Oleh pembeli dari Pulau Jawa dan Sulsel, harga beli beras atau gabah, itu dinaikkan dari harga beli Bulog. Inilah yang kemudian menyebabkan kenaikan harga beras.

“Jadi sebenarnya, stok beras kita aman-aman saja. Tapi karena ada pembeli dari luar Sultra, yang membeli dengan harga tinggi, makanya ada kenaikan tadi. Mereka inilah yang jadi penyebab naiknya harga beras di pasar,” tandasnya. (Ind/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top