Pariwara
HEADLINE NEWS

Ratusan Hektare Hutan Dirambah, Bentrok Massa di Kolut Nyaris Pecah

PROTES : Warga Lawaki Jaya yang turun ke jalan melakukan aksi protes atas perambahan hutan di Kecamatan Tolala, Minggu (28/1). Foto : MUH. RUSLI / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Lawaki Jaya, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara berang bukan main. Mereka tak terima kawasan hutan lindung di Kecamatan Tolala digarap sejumlah orang yang datang dari Malangke, Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka merambah hutan secara ilegal hingga warga Lawaki Jaya melakukan unjuk rasa sekira pukul 09.00 wita, Minggu (28/1/2017).

Sekira 100-an orang warga Lawaki Jaya turun ke jalan dan mendatangi lahan yang dirambah yang diperkirakan sudah mencapai 200 hektare. Aparat pun diterjunkan guna menghindari bentrok antara kedua pihak. Personel Polsek Tolala dalam komando Kapolsek, Ipda Rahman SH sigap turun ke lokasi untuk mencegah bentrok massa.

Kapolsek Tolala, Ipda Rahman SH kepada Kendari Pos menjelaskan jika keberadaan warga Palopo tersebut membuka lahan diantar oleh pria inisial RS yang mengaku wartawan. Lahan yang dirambah tersebut diakui miliknya hingga pekerja dipersilahkan mengelola. “Seumpama digarap 2 hektare maka 1 hektare untuk RS. Saya sudah pernah ketemu 1 kali dengan RS. Dia mengaku yang punya lahan itu,” ujar Kapolsek Ipda Rahman, Minggu (28/1).

Aksi dugaan penipuan oleh RS tersebut hingga akhirnya warga Palopo tersebut berbondong-bondong merambah hutan untuk ditanami. Kehadiran warga yang dibawa RS tanpa diketahui kepala desa (Kades) Lawaki Jaya. Mereka juga tak pernah meminta izin ke kades Lawaki Jaya. Padahal sudah 2 kali pemerintah desa memanggil Rusli.

Diduga RS memperdayai para pembuka lahan tersebut dengan asumsi akan mendapatkan lahan gratis, berikut tanamannya. Siasat licik RS keburu terendus warga sehingga muncul aksi penolakan. Di lokasi kejadian, terdapat beberapa titik tumpukan kayu usai diolah dan dipasangi garis polisi.

Sementara itu berdasarkan pertemuan antara kedua belah pihak yang dimediasi aparat kepolisian, warga pembuka lahan tersebut menyadari telah ditipu oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan, RS. Mereka kini bersedia pulang kampung. Mereka diberi tenggat waktu meninggalkan Lawaki Jaya hingga pagi ini mengingat masih menunggu kendaraan menuju Palopo. Sementara itu, RS harus diusut karena melakukan penipuan dengan memobilisasi warga membuka lahan hutan lindung tersebut dan mengaku sebagai pemilik. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top