Pariwara
HEADLINE NEWS

Anak Tiri di Konut Disetubuhi 5 Kali, Ayah Bejat : Jangan Bilang Sama Mama

Pelaku yang menyetubuhi anak tirinya di Konut.

KENDARIPOS.CO.ID — Marah dan jengkel sudah pasti melihat kelakuan bejat, Juslan (38). Dia tega menyetubuhi anak tirinya yang masih belia selama bertahun-tahun. Korban berinisial SA (14) sudah tak tahan lalu memilih curhat ke neneknya. Pelaku Juslan pun ditangkap polisi. Rupanya, perilaku senonoh Juslan dilakukan sejak korban masih duduk di Kelas 1 SMP. Setiap kali menyetubuhi korban, pria yang berdomisili di Dusun 2 Desa Bandaeha Kecamatan Molawe itu kerap mengancam membunuh korban bila menceritakan pada ibu kandungnya.

SA kepada polisi mengaku di cabuli dan disetubuhi ayah tirinya sebanyak 5 kali. “Korban disetubuhi ayah tirinya sejak tahun 2016. Saat korban masih duduk dibangku Kelas 1 SMP. Terhitung sudah 5 kali disetubuhi,”ujar Kapolsek Lasolo, Ipda Ramlan, Sabtu (27/1). Korban mengaku pertama kali disetubuhi pria yang dianggapnya sebagai pelindunganya sejak tahun 2016. Kala itu sekitar pukul 15.00 wita di ruang tengah rumah orang tua korban di Desa Bandaeha Kecamatan Molawe. Saat itu korban sedang tidur, tiba-tiba Juslan meraba dan memegang buah dada hingga kemaluan korban.

Korban terjaga dan kaget ketika melihat ayah tirinya sudah menindih tubuhnya. Korban meronta-ronta hingga pelaku urung melanjutkan aksi bejatnya. Namun pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahu ibu kandungnya. “Jangan kamu bilang sama mamamu. Saya bunuh kamu, termasuk mamamu,” ancam Juslan kepada SA seperti dikutip Kapolsek Lasolo.

Keinginan untuk menyetubuhi korban kembali muncul tahun 2017. Korban duduk dikelas 2 SMP. Kejadian serupa terjadi pada jam yang sama. Ketika itu, Sa di rumah dan duduk sendirian di ruang tengah. Pelaku tak kehabisan akal, korban berspekulasi dan meminta korban memijatnya. Dia meminta korban melayani syahwatnya. Namun ajakan pelaku itu ditolak korban. Namun Juslan tak menyerah. Ia memaksa SA berhubungan badan layaknya suami istri. Korbanpun didekap diruang tengah. Ancaman dari pelaku untuk tak bersuara dan menceritakan menjadi bayang-bayang ketakutan korban. “Pelaku meninduh tubuh korban dan melakukan perbuatan senonoh kepada anak tirinya,” ungkap Kapolsek Ipda Ramlan menirukan pengakuan korban.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top