Pariwara
Ekonomi & Bisnis

OJK Kembali Ingatkan Masyarakat Waspadai Investasi Bodong

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Investasi bodong, kembali menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra tahun 2018. Lembaga independen itu, sekali lagi mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap investasi yang ditawarkan. Sebab, cara pelaku dalam menarik korbannya dengan iming-iming besar. Dimana, dana yang dijanjikan besar, namun realisasi justru tidak ada. Dengan kata lain, semua hanya tipuan untuk memperdaya calon korban.

Kasubbag Pengawasan Bank OJK Sultra, Amiruddin Muhidu mengatakan, sampai dengan November 2017, tercatat sebanyak Rp 105.81 triliun kerugian yang dialami masyarakat, akibat investasi ilegal atau investasi yang merugikan masyarakat. Adapun total entitas (pelaku) yang sudah diumumkan oleh Satgas Waspada investasi itu, sebanyak 101 entitas.

“Sampai sekarang pun ada beberapa entitas yang didalami usahanya, termasuk perizinannya. Karena itu semua dilakukan dalam rangka perlindungan ke masyarakat juga sih,” katanya, saat ditemui di kantor OJK Sultra, jumat (26/1).

Karenanya, dia mengimbau, agar masyarakat jangan sampai tergiur dengan investasi yang iming-imingnya bakal mendapatkan untung besar. Tapi sebenarnya di kemudian hari, masyarakat malah dirugikan.

Menurut Amiruddin, yang bisa dilakukan oleh Satgas Waspada hanyalah sebatas mengimbau. Sebab, sulit untuk mengetahui keberadaan para pelaku investasi bodong. Selain karena tidak punya kantor, sebagian masyarakat yang jadi korban, justru enggan melaporkan ke pihak berwajib. Ketakutannya, jika mereka melapor, maka yang ada di benak korban, sudah sulit untuk mendapatkan uang mereka kembali. Dan, itu sudah banyak dibuktikan, baik OJK maupun institusi kepolisian.

“Di Sultra, ada yang jadi korban. Contoh triple M yang pernah marak di sini. Ceritanya, seperti investasi yang saling membantu. Korban menyimpan dananya ke triple M, untuk membantu yang lain. Berikutnya dia yang dibantu. Di kemudian hari, dia bermasalah. akhirnya dana yang sudah dia simpan tidak kembali. Karena itu dananya masuk ke rekening pelaku dalam bentuk gelondongan,” jelasnya.

Investasi bodong, lanjut dia, sulit untuk ditelusuri. Makanya Satgas Investigasi lebih cenderung ke tindakan pencegahan. Selanjutnya, Amiruddin sekalilagi mengingatkan masyarakat, agar berhati-hati untuk berinvestasi.

Terkait itu pula, OJK akan melaksanakan seminar dengan tema “Hindari investasi ilegal dngan cerdas berinvestasi” di Muna Barat yang akan dihadiri anggota komisi XI DPR RI, Haerul Saleh dan menghadirkan pengamat ekonomi yang juga bertindak selaku narasumber, Dr. Edi Karno dan kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution.

Kasubag Administrasi OJK Sultra, Herri Ferdian mengatakan, dengan adanya sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh OJK, masyarakat diharapkan mengetahui apa saja investasi yang aman dan mengetahui ciri-ciri investasi bodong. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah tergiur dengan penawaran yang ada saat ini.

Pada prinsipnya, kata dia, investasi bodong bisa diketahui ciri-ciri umumnya yakni tidak jelas pengurusnya ada dimana, hanya memiliki kantor pemasaran, tapi tak punya kantor pusat dan izinnya pun tidak lengkap.

Menurut Herri, jika suatu perusahaan hanya memiliki SITU/SIUP saja, maka itu tidak bisa dikatakan izin untuk melaksanakan kegiatan investasi. Harus ada izin yang lebih spesifik lagi. SITU/SIUP hanya syarat mendirikan perusahaan.

“Misal ada surat izin dari Kementerian Perdagangan, ada izin dari OJK. Hal-hal seperti itu memastikan bahwa, itu berkaitan dengan karakteristik produk. Kalau SITU/SIUP dan TDP, hanya untuk dirikan perusahaan.

Dilihat juga dari skema ponzy, bahwa produk yang dijual itu biasanya, produk yang nilainya jauh yang ditawarkan. Dari situ sebenarnya kita sudah bisa lihat bahwa sebenarnya produk itu hanya kamuflase untuk menarik anggota. Anggota baru akan mensubsidi anggota yang ada di atasnya, ketika itu tidak dilakukan, biasanya akan membuat sistem tidak bisa berjalan. Itu ciri-ciri skema ponzy seperti first travel dan MLM. (ind/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top