Pariwara
Konawe Utara

Aktivitas Angkutan Tambang C Resahkan Pengguna Jalan di Konut


Notice: Undefined variable: amazondisplaywidget in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/wp-auto-affiliate-links/aal_engine.php on line 503

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
Mobil truk pengangkut material batu yang melebih kapasitas di ruas jalan Trans Sulawesi. Tampak petugas Dishub menegur sopir bandel agar menurunkan muatannya karena tak sesuai kapasitas muatan.

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas perusahaan tambang galian C yang beroperasi di Kecamatan Motui, Konawe Utara (Konut), semakin meresahkan warga. Termasuk bagi pengguna jalan Trans Sulawesi. Hilir mudik pengangkutan batu gunung untuk kepentingan sebuah perusahaan, membahayakan warga karena kerap melebihi kapasitas muatan.
Pihak DPRD Konut mendesak pejabat Dinas Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara membekukan izin usaha perusahaan pertambangan golongan C yang beroperasi di Motui karena tak mematuhi aturan.

“Keberadaan mobil truk yang memuat batu melebihi kapasitas sangat meresahkan warga pengguna jalan. Aktivitas mobil itu juga menjadi penyebab terjadi kecelakaan,” sorot Anggota Komisi II DPRD Konut, Nuriadin, Jumat (26/1). Politisi PKB itu menuturkan, rata-rata mobil truk pemuat batu di lokasi penambangan, tidak mematuhi aturan lalu lintas.

“Dishub Sultra juga harus turun tangan menyikapi persoalan itu, karena akses yang dilalui merupakan jalan nasional. Rata-rata mobil truk yang memuat batu melebihi bak kendaraan. Apalagi tidak ditutup menggunakan terpal. Makanya sopir-sopir itu perlu ditindak tegas,” harap Nuriadin. Informasi yang dihimpun menyebutkan, batu gunung dari Motui tersebut akan dibawa ke PT Virtue Dragon di Kecamatan Morosi, Konawe.

Pihak Dishub Konut sebenarnya sudah beberapa kali melakukan peneguran pada para sopir truk, namun tak diindahkan. “Tapi mereka hanya patuh bila ada petugas di lapangan. Kalau kita tidak ada, mereka mengangkut lagi tengah malam,” keluh Kabid Darat Dishub Konut, Puguh Sudarijono, jumat (26/1). Sosialisasi pada perusahaan batu dan sopir oleh Dishub Konut sudah sering kali dilakukan. Bahkan dalam patroli yang dilakukan minggu lalu, pihaknya menemukan truk melebihi kapasitas muatan dan sopir diperintahkan mengurangi muatannya.

Tindakan berupa tilang bagi sopir bandel sudah pernah dilakukan, berkoordinasi dengan Satlantas Polres Konawe. Hanya saja tindakan yang diberikan belum memberikan efek jera. Puguh Sudarijono menegaskan, semestinya pihak pemilik izin usaha tambang galian C di Motui memberikan peringatan pada sopir-sopir pemuat batu untuk mengangkut sesuai ketentuan. Namun pemilik izin juga tak menghiraukan imbauan itu. “Semakin banyak batu yang dimuat, untungnya kian besar pula. Tapi mereka tak memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sementara membuat surat edaran pada pemilik izin untuk memuat batu sesuai ketentuan. “Sementara dibuat di Bagian Hukum, untuk pemuatan batu gunung. Jadi kita tinggal tunggu, lalu disampaikan pada pemilik izin,” tandasnya. Untuk diketahui jumlah izin tambang golongan C yang beroperasi di Kecamatan Motui sebanyak 13. Diantaranya PT Rezki Perdana, PT Cahaya Resky Perdana, PT Rizaldi, PT Sumber Air Mengalir dan PT Konawe Bersama Sejahtera. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top