Pariwara
Muna

Proyek Pasar Modern Laino di Muna Disorot

LAODE ALFIN/KENDARI POS
Potret kumuhnya Pasar Laino yang sampai saat ini belum juga dapat difungsikan.

KENDARIPOS.CO.ID — Pembenahan Pasar Laino agar tak tampak kumuh, belum sesuai harapan. Pembangunan gedung pasar modern tersebut justru tak unjung tuntas, meski sudah dikerjakan sejak 2015 lalu. Potret kumuhnya pasar terbesar di Muna itu semakin bertambah, sebab akses jalan rusak parah, ditambah sampah berserakan dan tak terurus. Anggota Asosiasi Pedagang Pasar Laino, Taha, mengaku, sudah berulang kali menyuarakan perbaikan pasar yang berdiri sejak tahun 1992 itu, namun belum kunjung ditanggapi.

Ia juga menyoroti pembangunan gedung baru yang tidak akomodatif terhadap pedagang. Jumlah lods dan jumlah pedagang sama sekali tidak sebanding. “Dinas (Perindag) tidak beres. Pendataan pedagang terkesan pilih kasih. Gedung sudah jadi, tapi mau ditempati bagaimana, tidak cukup untuk semua. Baru gedungnya sudah rusak. Pedagang 2.000 lebih, lodsnya hanya sekitar 800,” ungkap Taha saat ditemui, kamis (25/1).

Pantauan koran ini, gedung modern Pasar Laino memang belum tuntas terutama di bagian pelataran. Padahal, penganggaran gedung dengan kapasitas 850 lods itu sudah dimulai sejak era Bupati Muna, LM. Baharuddin. Dinding pembatas lods bahkan sudah mulai retak dan pecah. “Itu di PHO sekitar pertengahan tahun lalu. Sampai sekarang belum bisa ditempati, karena pedagang maunya semua terakomodir. Kecuali dibangun lagi satu gedung, dan itu butuh Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar lagi,” kata La Ode Darmansyah, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna saat dikonfirmasi.

Anehnya, Darmansyah sendiri mengaku tak tahu berapa jumlah pedagang dan ketersediaan lods. “Saya juga belum tahu. Kami masih mendata jumlah pedagang di situ,” timpal Arif Wau, Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Muna. Soal Pasar Laino, Arif malah mengakui jika terdapat banyak masalah. Jalanan rusak, pendataan pedagang amburadul dan kondisi lingkungan begitu kumuh. “Soalnya saya baru enam bulan di sini,” alasannya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, Mukmin Naini, mengatakan, kondisi Pasar Laino memang jauh dari kata layak. Soal gedung modern yang tak kunjung tuntas, ia mengaku dijanjikan oleh Pemkab untuk diselesaikan tahun ini. Bahkan, ia menyebutkan Pemkab sudah mengusulkan penambahan utang untuk menuntaskan Pasar tersebut. “Katanya butuh Rp 30 miliar lagi, dan itu akan dipinjam di Bank Sultra,” jelasnya saat dihubungi. (b/ode)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top