Pariwara
Metro Kendari

Pahri Yamsul : 10 Tahun Memimpin, Ratusan Karya Hebat Pasangan NUSA di Sultra

Pahri Yamsul saat memaparkan keberhasilan pasangan NUSA dalam membangun Sultra selama 10 tahun saat acara diskusi yang digelar Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Kemegahan Masjid Al Alam sebentar lagi akan menjadi ikon baru di Provinsi Sulawesi Tenggara. Tempat ibadah yang digagas duet Nur Alam dan Saleh Lasata itu siap diresmikan Februari mendatang. Sebanyak Rp 200 miliar lebih telah digelontorkan pemerintah untuk menuntaskan mega proyek di sentra Teluk Kendari itu.

Kesuksesan pembangunan salah satu maha karya NUSA itu tak lepas dari kejeniusan Kadis Cipta Karya, Tata Ruang dan Jasa Konstruksi Prov Sultra, Dr. Ir. Pahri Yamsul, M.Si. Dia mengatakan meski kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dasar begitu besar, itu tak membuat sosok Nur Alam dan tandemnya Saleh Lasata lupa untuk mengedepankan aspek religius sebagai seorang pemimpin.

“Awalnya pembangunan masjid ini banyak yang ragukan, karena keterbatasan dana, tapi akhirnya beliau (Nur Alam) bisa membuktikannya. Masjid itu sekarang sudah berdiri di depan mata kita dan sebentar lagi digunakan,” jelasnya. Kehadiran masjid tersebut kata dia diharapkan bisa selalu mengingatkan masyarakat Sultra tentang sosok yang pernah mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan umat di jazirah Bumi Anoa ini. Dialah Nur Alam, gubernur pertama yang mendapat amanah memimpin dua periode.

Selain masjid spektakuler itu, Cipta Karya juga sudah meletakan begitu banyak infrastruktur dasar untuk kehidupan masyarakat Sultra. Mulai dari drainase, penanganan kawasan kumuh dan pembangunan RTH. Sebuah penelitian para ahli menemukan adanya pengaruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) terhadap tingkat kriminalitas suatu wilayah. Pahri Yamsul meyakini kebenaran study kasus tersebut. Olehnya itu, setiap kota di Sultra seyogyanya memiliki RTH yang cukup. Tujuannya agar masyarakat memiliki tempat untuk bersantai setelah lepas dari rutinitas harian atau mingguan.

Salah satu cara untuk menghadirkan RTH yang cukup itu kata dia yakni dengan mengubah kawasan tidur menjadi taman aktif. Itu sudah dilakukan di Kota Kendari, Kota Baubau, dan kota-kota lainnya. “Taman Kota Kendari, Pantai Nambo itu kita yang desain bekerja sama dengan Pemkot Kendari, Pantai Kamali dan Bukit Wantiro, itu dulu kawasan tidur semua sekarang sudah menjadi kawasan publik yang ramai,” ungkapnya, Kamis (25/1/2017) di Hotel Clarion Kendari.

Dikatakannya ada ratusan karya yang sudah dipersembahkan NUSA melalui intansinya. Masyarakat bisa melihat pembangunan fisik itu selama 10 tahun terakhir ini. Dengan segala pembangunan yang sudah dilakukan Pahri Yamsul di instansi yang dipimpinnya, bisa dikatakan dia menjadi salah satu “pahlawan” kesuksesan NUSA. (b/ely)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top