Pariwara
Metro Kendari

Dua Periode NUSA Memimpin, 75 Persen Jalan Mulus, Jembatan Bahteramas Dibangun

Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra Rundubeli Hasan, saat memaparkan keberhasilan pasangan NUSA soal infrastruktur.

KENDARIPOS.CO.ID — Panjang jalan provinsi di Sultra terus meningkat setiap tahunnya. Kini bisa mencapai 1.009 kilometer. Dalam 10 tahun terakhir kondisinya berangsur membaik setelah kondisinya pernah cukup parah bahkan enggan dilalui kendaraan. Dinas SDA dan Bina Marga adalah leading sektor yang dituntut untuk selalu mengejawantahkan visi dan misi gubernur dalam hal penanganan infrastruktur dasar masyarakat itu.

Tugas mulia itu sudah diterjemahkan dalam bangunan-bangunan fisik di lapangan. Misalnya, jalan, jembatan serta tanggul-tanggul sungai. Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra Rundubeli Hasan mengatakan infrasturktur jalan dan jembatan setiap tahunnya mendapat porsi prioritas dari penyusunan APBD. Anggarannya tak hanya diplot dari APBD murni tetapi juga DAK fisik dari pusat.

“10 tahun lalu, jalan provinsi hanya 30 persen yang teraspal, lainnya seperti kubangan sapi. Kalau masih ingat kondisi Bombana, Buton Utara, Konawe, masih sangat memprihatinkan bahkan jembatannya masih dari kayu, itupun sebagian besar swadaya masyarakat setempat,” ungkapnya, saat memaparkan keberhasilan pasangan Nur Alam – Saleh Lasata (NUSA) sebagai Gubernur dasn Wakil Gubernur Sultra dua periode, dalam acara diskusi yang digelar Kendari Pos di Hotel Clarion Kendari, Kamis (25/1/2017).

Saat ini kata dia, jalan provinsi sudah mulus 75 persen atau sekitar 800 km sudah teraspal. Dia menambahkan, untuk mencapai target mulus 100 persen agak mustahil. Sebab, jalan raya terus digunakan setiap saat, sehingga untuk mencegahnya dari kerusakan itu tidaklah mungkin. “Tahun lalu kita aspal di Raha, di Buton sudah agak rusak, sementara kita ini harus mengurus jalan di 17 kabupaten/kota,” jelasnya.

Pengaspalan 75 persen itu diakui Rundu belum menjadi capaian maksimal. Selama ini, Bina Marga tak hanya fokus pada tugas utamanya itu. Tetapi ada beberapa hal yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat secara menyeluruh, misalnya jalan kota atau kabupaten yang ramai dilintasi masyarakat antar kabupaten. “Jalan di Kota Kendari banyak kita tangani. Karena kita anggap itu penting untuk kita tingkatkan. Jadi kita bisa lebih dari 75 persen itu sebenarnya,” optimisnya.

Bukan hanya itu, Pemprov Sultra juga berkontribusi penuh untuk peningkatan jalan nasional. “Jalan nasional di Sultra ini 90 persen lahannya kita yang bebaskan,” sambungnya. Meski tetap fokus pada pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan, Rundu juga tak mengabaikan peran instansinya dalam pencegahan banjir. Sejumlah sungai dikabupaten kota rawan banjir ditanggul. Termasuk juga penanganan Teluk Kendari. Menurut Rundu Teluk Kendari menjadi ancaman serius bagi Kota Kendari. Sedimen teluk terus bertambah sehingga pendangkalannya begitu cepat. “Satu-satunya solusi itu dikeruk. Tahun ini kita bikin bendungan di Sungai Wanggu biar sedimennya tidak masuk ke teluk. Bagusnya ini ada UPT yang mengurus ini seperti di Jakarta sana,” harapnya. (ely)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top