Pariwara
Nasional

Saat Beri Kesaksian Dipersidangan, Bos PT. AHB Tak Singgung Nur Alam

Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Yogi/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, senin (22/1). Agendanya masih sama seperti sebelumnya, yakni pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Ada empat nama yang diperiksa, dua diantaranya bos tambang. Mereka adalah Direktur PT Billy, Distomy Lasimon dan Direktur PT AHB Ahmad Nur Siwan. Sementara dua lainnya, Edy Janto (karyawan PT Billy) dan Andi Nurmadi (notaris).

Saat memberikan kesaksian, baik Direktur PT Billy, Distomy Lasimon maupun Direktur PT AHB Ahmad Nursiwan tak sekalipun menyinggung Nur Alam. Keduanya dicecar pertanyaan oleh JPU terkait surat-surat kesepakatan dan take over PT AHB oleh PT Billy serta persoalan IUP PT AHB.

Direktur PT AHB, Nur Siwan menjelaskan, status hukum PT. AHB, PT Billy memiliki 95 persen saham. “Pak Widdi dapat 3 persen dan Pak Ikhsan dapat 2 persen. Itu berdasar pertimbangan saya sendiri,” kata Nur Siwan menjawab soal saham PT Billy di PT AHB.

Selain itu ditanyakan soal peristiwa take over atau pengambilalihan PT AHB oleh PT Billy, Nur Siwan mengaku mendapatkan begitu saja. Ia mengaku didatangi oleh orang dan menyerahkan IUP. “Ada yang kasih IUP, ya kita terima dan saya langsung mempelajarinya,” jelasnya.

Seolah tak puas dengan jawaban saksi, JPU pun menanyakan peran Windi Aswindi dan Ikhsan Rifani. “Mereka datang dan memberikan IUP. Dan mereka minta untuk saya pelajari. Awalnya tidak ada rencana take over itu. Ya, kita diberikan IUP, ya kita terima,” jawab Nur Siwan.

Sementara itu, kuasa hukum Nur Alam, Didi Supriyanto mengatakan bahwa mulai dari pengalihan saham produksi, operasi hingga ekspor, gubernur sudah tidak tahu menahu. “Proses di gubernur hanya sampai sebatas IUP saja. Selepas itu clien kami tidak tahu menahu,” kata Didi.

Menurutnya tidak ada keterlibatan atau bukti langsung yang bisa memastikan Nur Alam terlibat dalam kegiatan PT Billy atau PT AHB. “Keterangan sebelumnya juga, Ikhsan mengatakan dan mengakui bahwa dialah yang pro aktif mendatangi gubernur untuk mencari lahan, guna kepentingan usahanya,” terangnya.

Terlebih soal penjualan ore nikel ke Rich Chorp di Hongkong. “Peluncuran ekspor perdana memang gubernur hadir. Namun prosesnya dan kepada siapa barang tersebut dijual, gubernur sudah tidak tahu,” imbuhnya. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top