Pariwara
Hukum & Kriminal

Innalillah…Baju Terlilit di Mesin Perahu, Nelayan Tewas Mengenaskan

TEWAS : Jasad Jadin di Puskesmas Mawasangka usai dievakuasi dari perahu miliknya. Korban ditemukan tak bernyawa di atas perahu, kemarin. Diduga korban tewas karena tercekik baju dimesin perahu tempel. Foto : YUSUF MERANGGA / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah digegerkan dengan penemuan mayat di perairan antara Kabaena-Mawasangka Senin (22/1/2017) sekira pukul 10.30 wita, kemarin. Korban diketahui bernama Jadin (40), warga Desa Balo Bone, Kecamatan Mawasangka. Pria yang berprofesi nelayan itu ditemukan nelayan lainnya bernama Basir (42) saat sedang mencari ikan.

Basir, warga Desa Watolo, Kecamatan Mawasangka menemukan Jadin di atas perahu miliknya. Korban dan perahunya di tarik Basir ke daratan. Saat ditemukan, kepala korban menghadap ke mesin. Baju korban yang sobek terlilit di leher. Jadin mengalami luka di kepala bagian belakang dan leher. “Saya kira ini terjadi karena baju korban terlilit roda gila mesin dari bodi batang (kapal mesin diesel,red) yang ia gunakan. Tapi ini hanya sebatas dugaan saja. Untuk kebenarannya bisa dipastikan oleh aparat kepolisian,” ungkap Basir saat ditemui, Senin (22/1).

Kades Balo Bone, M Uzlin Akbar membenarkan, jika itu adalah mayat Jadin. Berdasarkan, informasi dari keluarga, korban meninggalkan rumah sejak pukul 06.00 wita, kemarin. Dugaan sementara, Jadin tewas karena kecelakaan. “Mungkin karena cuaca yang tidak bersahabat sehingga muncul kejadian yang seperti ini. Kuat dugaan kita kejadian ini murni kecelakaan,” ujar Uzlin Akbar di Puskesmas Mawasangka saat mayat Jadin divisum dr. Jumatman.

Istri korban, Huslia terlihat masih syok. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, setelah melihat luka korban yang diduga akibat kelalaian. Jasda Jadi dipulangkan untuk dikebumikan. Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan, dari laporan warga tersebut, polisi menuju TKP dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, pada bagian samping kepala sebelah kiri korban ditemukan luka robek yang diduga terkena roda gila alias mesin engkol bodi batang. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau perkelahian di TKP (di perahu korban),” ujarnya dalam keterangan pers.

Berdasarkan keterangan keluarga keluarga korban, lanjut Kapolres, korban (Jadin) turun ke laut sekira pukul 06.00 wita. Korban hendak mencari ikan diperairan Kabaena, Kabupaten Bombana. “Keluarga kroban menolak dilakukan otopsi. Keluarga sudah menerima dan melihat kondisi korban yang meninggal karena luka robek bagian kepala akibat kelalaian sendiri,” pungkas AKBP Daniel Widya Mucharam. (myu/ahi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top