Pariwara
Muna

Pelebaran Poros Warangga di Muna Tunggu Izin KLHK

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pelebaran jalan poros Raha-Watuputih yang melintasi kawasan hutan lindung Warangga akan segera dilanjutkan kembali tahun ini. Izin dari Kementerian Lingkungan Hidup tentang pemanfaatan kawasan hutan lindung sedang diproses. Poros Warangga tetap akan dilanjutkan sebab dinilai sangat urgen dalam mendukung mobilisasi arus lalu lintas Kota Raha-Bandara Sugimanuru di Muna Barat.

“Plt. Gubernur Sultra akan segera menandatangani izinnya, nanti akan dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” jelas La Ode Bou, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muna, akhir pekan lalu. Sesuai ketentuan, pekerjaan di kawasan hutan lindung dengan luas area di atas lima hektare memang wajib mengantongi izin dari KLHK. Khusus jalan poros Warangga, area pelebaran jalan sebenarnya di bawah lima hektare, hanya saja jalan lama yang dibangun sejak era Belanda ternyata juga tidak memiliki izin.

“Sehingga dikalkulasi, pelebaran jalan baru dan lama, lebih lima hektare menggunakan area hutan. Jadi izinnya harus ke pusat,” sambung La Ode Bou. Ia berpendapat, pada prinsipnya pelebaran jalan Warangga wajib dilakukan karena tuntutan kebutuhan masyarakat. Volume kendaraan yang melintasi jalan itu sudah semakin padat, sehingga tak memungkinkan jika lebar jalan hanya lima meter. Selain sempit, jalan Warangga juga berkelok atau bertikungan tajam, sehingga cukup membahayakan pengendara.

“Pemerintah sesungguhnya hanya memikirkan kebutuhan masyarakat. Warangga itu mau bagaimanapun, harus dilebarkan dan izinnya akan segera turun,” argumentasinya. Ia melanjutkan, untuk tahun ini poros Warangga masih akan menuntaskan pelebarannya, belum termasuk pengaspalan. “Hanya melanjutkan pekerjaan tahun lalu,” urainya. Sementara itu, Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini, mengatakan, Pemkab Muna sebenarnya punya niatan baik terkait pelebaran jalan itu. Hanya menurutnya, kebijakan tersebut tetap harus memerhatikan regulasi. “Prinsipnya kami mendukung pembangunan itu dilakukan. Hanya wajib mengikuti aturan,” ungkapnya. (b/ode)

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. Fardin

    22 Jan 18 23:39 at 23:39

    Asssalamualaikum.wrb.
    Izinkan saya sebagai warga berkomentar
    Kami warga menghawatirkan jangan sampai hanya dijadikan sebagai cara oknum2 tertentu. Untuk mengambil simpatik pada pesta politik tahun ini dan tahun yang akan datang. Dan pada akhirnya hanya akan menjadi peninggalan yang tdak akan perna rampung.!!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top