Pariwara
Konawe Utara

Harga Jagung Turun, Petani di Konut Enggan Menjual

Ilustrasi Jagung

KENDARIPOS.CO.ID — Tanaman jagung masih menjadi komoditi yang digemari petani di Konawe Utara (Konut) untuk dibudidayakan. Apalagi keberadaan jagung menjadi program unggulan yang dibackup langsung pemerintah daerah. Kepala Dinas Pertanian Konut, Nasution, menuturkan, jagung memiliki prospek sangat menjanjikan bila petani benar-benar fokus pada komodi itu. “Kita yakinkan masyarakat bagaimana jagung memiliki prospek menjanjikan. Awalnya, petani enggan menanam. Setelah satu dua petani menikmati hasilnya, warga mulai bergerak semua. Warga sudah bijak sekarang,” ungkapnya, akhir pekan lalu.

Ia mengaku, nilai jual jagung perkilogramnya masih fluktuatif. Pada awal Oktober 2017 lalu harga jagung mencapai Rp 4.000 perkilonya. Namun pada bulan berikutnya turun hingga Rp 3.500 dan Rp 2.500. “Penurunan harga jual jagung disebabkan karena kondisi cuaca yang tidak stabil. Petani belum mau jual, karena mereka anggap rugi. Tapi Pak Bupati (Ruksamin) sudah memfasilitasi dengan menandatangani kesepakatan dengan PT Japfa yang akan membeli jagung petani dengan kadar air 15 persen. Itu syarat dan kriteria yang akan dibeli PT Japfa. Di atas kadar air 15 persen mereka tidak akan ambil,” ujar Nasution.

Bulog juga dianggap sangat penting untuk hadir membeli jagung petani asal Konut. Karena bila berharap pada pembeli pihak ketiga, maka ada kemungkinan permainan harga terjadi. “Maka dibutuhkan Bulog sebagai penyangga buat petani. Karena diantara komoditi yang ada, prospek jagung lebih menjanjikan, karena itu merupakan program nasional yang bibitnya disuplai langsung dari pemerintah pusat,” sambungnya.

Dari luas lahan 10 ribu hektare yang diproyeksi, Distan Konut baru memastikan sekitar 3.000 hektare yang sudah tergarap dan melakukan penanaman pada tahun 2017 lalu. “Kalaupun taget tak tercapai, itu disebabkan kondisi alam kita. Karena pada bulan Mei 2017 lalu, hujan melanda Konut sehingga banyak yang gagal panen. Itu juga mempengaruhi target lahan,” argumen Nasution.

Untuk memudahkan petani menggarap lahan jagung, Kementerian Pertanian telah menurunkan puluhan unit alat dan bibit jagung. “Tahun ini ada dua kecamatan yang menjadi sentra jagung yakni Wiwirano dan Landawe, kemudian dibackup juga beberapa wilayah seperti Motui,” tandas Nasution. (c/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top