Pariwara
Konawe Kepulauan

Benda Sejarah Peninggalan Jepang di Konkep Digali

Aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah kecamatan saat melakukan pengecekan benda sejarah, peninggalan tentara Jepang di Desa Munse, Kecamatan Wawonii Timur, akhir pekan lalu. Foto: Mursalin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) ternyata tak hanya memiliki kekayaan obyek wisata alam saja. Di daerah itu banyak menyimpan bukti-bukti sejarah peninggalan tentara Jepang saat perang dunia II di Indonesia pada tahun 1942 sampai 1945. Peninggalan tentara dari negeri Sakura itu diantaranya, dinamo yang diduga dipakai sebagai sumber listrik, bak penampungan air, gua markas persembuyian serta makam tentara Jepang.

Diidentifikasi, lokasi sejarah tersebut berada di Desa Munse, Kecamatan Wawonii Timur. Menurut informasi, tentara Jepang mendiami perkampungan Lapulu di Desa Munse selama tiga tahun dibawah komando, Letnan Jenderal Hitohsi Imamura. Sayanganya, benda-benda bersejarah peninggalan tersebut tak dijaga baik. Ada oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan peninggalan tersebut untuk menjadi koleksi pribadi atau dijual.

Kapolsek Waworete, Iptu Jumardi, membenarkan adanya benda-benda peninggalan Jepang di wilayah hukumnya. Ia juga mengakui, ada oknum-oknum tertentu yang mencoba melakukan penggalian untuk mendapatkan benda sejarah tersebut. “Saat itu kami mendengar laporan warga, katanya ada oknum yang melakukan penggalian tengah malam di sekitar peninggalan Jepang. Kami turun langsung melarang oknum tersebut, karena tidak punya izin, baik dari pemerintah maupun pemilik lahan,” tegas Iptu Jumardi, akhir pekan lalu.

Jajaran Polsek Waworete bersama pihak Koramil Wawonii 01, disaksikan pemerintah kecamatan langsung melakukan peninjauan benda-benda peninggalan tentara Jepang tersebut. “Ada bekas galian sedalam dua meter di samping makam tentara Jepang. Tetapi oknum tersebut tidak menemukan apa yang diinginkan. Jika ada yang mereka dapat, seperti harta karun, harus dikembalikan kepada negara,” tegas Jumardin didampingi Danramil Wawonii, Kapten Infantri La Ode Ege.

Sementara itu, Anggota DPRD Konkep, Mustaman, mengatakan, seharusnya peninggalan sejarah tentara Jepang tersebut dijaga. Karena lokasi distrik perang dunia II di Desa Munse, sangat sakral. “Tempat ini banyak arti kandungan sejarah. Jadi harus dijaga. Karena menjadi salah satu bukti peninggalan Jepang di Indonesia, khususnya di Pulau Wawonii,” kata Mustaman saat ditemui di lokasi bersejarah itu.(b/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top