Pariwara
HEADLINE NEWS

419 Hari Disekap Abu Sayyaf, Dua Warga Wakatobi Akhirnya Dibebaskan

Retno Marsudi

KENDARIPOS.CO.ID — Dua WNI asal Wakatobi, La Utu Bin Raali dan La Hadi bin La Adi kini sudah bisa bernapas lega. Keduanya sudah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf, setelah 419 hari disekap (dua pria berprofesi nelayan ini diculik sejak 5 November 2016). Kementerian Luar Negeri sudah menjemput pulang keduanya dari penyanderaan di Sulu, Filipina Selatan pada Jumat (19/1) pukul 19.30 waktu setempat.

Kabar pembebasan dua nelayan sudah diketahui pihak keluarga di Wakatobi hari itu juga sekitar pukul 14.00 Wita. La Ane (45) saudara salah seorang korban La Hadi bin La Idi menerima telepon dari pihak Kementerian Luar Negeri. Ia nyaris tak percaya dengan kabar yang baru saja diterimanya itu. Dengan menahan tangis warga asal Kelurahan Mandati III Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi, mendengarkan penjelasan dari perwakilan Pemerintah RI tersebut dengan seksama.

Setelah menutup telepon genggamnya, ia langsung menuju ke rumah orang tuanya yang jaraknya tak jauh dari kediamannya. Dengan perasaan bahagia campur sedih, La Ane menyampaikan berita yang baru didengarnya tersebut kepada ibunya, Wa Arima (90). Sontak saja, rasa sedih tak terhindarkan dari wanita paruh baya itu. Ia menangis tersedu-sedu setelah mendengar anaknya yang selama ini ia rindukan telah selamat dari maut .

Isteri La Ane, Wa Sarimu (43) mengungkapkan pihak keluarga sempat tak percaya. Setelah mendengar kabar dari pemerintah pusat, pihaknya langsung mencari informasi terkait di televisi. “Kebetulan televisi di rumah rusak jadi tadi kita nonton di rumah tetangga. Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendengar kabar bahagia ini. Kami tidak menyangka ini akan terjadi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan sejak kabar pembebasan La Hadi bin La Idi dan La Utu Bin La Raali, suaminya masih memburu informasi dari sejumlah media. “Bapak (La Ane) masih sementara di rumah keluarga pantau perkembangan saudaranya melalui televisi. Kita terus berkomunikasi dengan pihak keluarga di Malaysia,” tuturnya.

Sementara ibu korban juga tak ingin ketinggalan dengan informasi terkini dari anak yang telah lama ia nantikan kepulangannya itu. “Ibu tadi nangis tanyakan anaknya terus. Sebenarnya bukan hanya ibu saja tapi kita semua juga nangis karena terharu. Tapi terakhir kita dengar informasinya masih di RS di Filipina,” terangnya.

1 of 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top