Pariwara
Hukum & Kriminal

Informasi Resepsionis, Pencetak Upal di Kendari Tertangkap

UPAL : Kasubdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Susilo Setiawan (kanan) didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menunjukkan upal yang diamankan dari tersangka Ege (membelakang), Jumat (19/1). Foto: Humas Polda Sultra For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sepak terjang Ege alias Adri memperdayai pekerja seks komersial (PSK) dengan uang palsu kandas. Ege tertangkap polisi berkat informasi resepsionis hotel saat akan beraksi lagi. Ege tertangkap di hotel yang sama saat memperdayai korbannya, NI alias Evi. PSK itu dibayar pakai uang palsu (upal) usai Ege menyalurkan syahwatnya.

Oknum mahasiswa di Kota Kendari itu ditangkap tim Subdit II Ekonomi Khusus (Eksus) Ditreskrimsus Polda Sultra di rumahnya Jalan Kelapa, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia.

Kasubdit II Eksus Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Susilo Setiawan menuturkan penangkapan Ege tak lepas dari peran karyawan (resepsionis,red) hotel. Ege terdeteksi mampir di hotel yang sama untuk memakai jasa PSK lagi. Dengan trik yang sama, Ege memesan PSK melalui aplikasi Bee Talk atau aplikasi bersimbol lebah kuning. Pelaku kembali mengajak PSK kencan di hotel. “Setelah kami dapat petunjuk, langsung kami lakukan penangkapan di kediamannya,” ujar AKBP Susilo Setiawan saat konferensi pers didampingi Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh di Media Center Polda Sultra, Jumat (19/1).

Pengganti AKBP Hadi Winarno itu mengatakan pelaku membuat sendiri uang palsu tersebut. Bermodalkan mesin print biasa, Ege mencetak upal. Dari hasil pemeriksaan, Ege mengaku hanya berniat iseng. Karena aksinya memboking PSK berhasil maka Ege beraksi lagi. Namun dia keburu tertangkap.

Polisi mengamankan barang bukti uang palsu sekira Rp 800 ribu. Selain telah memeriksa pelaku, penyidik sedang merampungkan berkas penyidikan. Penyidik juga sudah memeriksa beberapa saksi seperti korban NI dan karyawan hotel. Pencetak upal itu dijerat pasal 26 ayat (3) junto pasal 36 ayat (3) Undang-undang RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Ancaman hukuman 15 Tahun penjara dan denda Rp 50 miliar. (ade/c)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top