Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Harga Beras Naik, Bulog Operasi Pasar

La Ode Amijaya Kamaluddin

KENDARIPOS.CO.ID — Kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi mulai penghujung tahun 2017 hingga Januari ini, sangat meresahkan masyarakat. Menyikapi hal itu, pemerintah melalui Bulog Sultra melakukan operasi pasar untuk jenis beras medium.

Kepala Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sultra La Ode Amijaya Kamaluddin mengatakan, terjadinya kenaikan harga beras, menandakan terganggunya stabilitas stok beras. Bagi lembaga pangan tersebut, kenaikan harga beras adalah pertanda stok beras kelas medium sudah mulai menipis sehingga harus dilakukan operasi pasar.

“Kami harus turun melakukan antisipasi kelangkaan beras di pasaran. Upaya yang dilakukan Bulog yaitu dengan mengadakan operasi pasar,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, jumat (19/1).

Menurut dia, operasi pasar sudah berjalan sejak 2 Januari lalu. Tapi itu akan terus berlanjut. Bahkan, kegiatan itu akan dilakukan secara masif di seluruh kabupaten/kota di Sultra. Adapun jumlah beras yang akan digelontorkan Bulog khusus di Januari ini, ditarget hingga 2000 ton. Tapi, berapa jumlah jatah untuk masing-masing kabupaten/kota, Laode Ami Jaya tidak tahu. Sebab, datanya ada di masing-masing kabupaten/kota dan instansi terkait. Saat ini, beras medium yang sudah tersalur ke pasaran baru sejumlah 500 ton. Jumlah itu belum mengcover semua kabupaten/kota. “Belum ada informasi sih berapa jatah tiap kabupaten/kota. Yang ada baru informasi bahwa sudah 500 ton yang disalurkan di pasr-pasar. 500 ton itu, yang saya ingat terbagi 150 ton untuk Kota Kendari. Daerah lain, ada yang 60 ton, 10 dan 30 ton,” jelasnya.

Sejak di-launching 2 hari lalu, kata dia, semua daerah sudah melakukan operasi pasar. Bersamaan dengan itu, akan dilakukan pula penyaluran bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra). Bansos digelontorkan, supaya di terjadi kecukupan beras medium. Selain itu, untuk mengurangi permintaan di pasar.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kadiv Manajemen Resiko Bulog Pusat itu, mengatakan, Bulog yang akan gelontorkan Bansos Rastra sebanyak 2000 ton. Kendati belum bisa mencukupi semua kebutuhan di kabupaten/kota, namun harapannya paling tidak akan terjadi penurunan harga.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bansos Rastra, merupakan pengganti beras miskin (Raskin) yang sudah ditiadakan tahun ini. Di tahun 2018 ini, Raskin berganti nama menjadi Rastra. Perbedaannya, jika dulunya saat masih Raskin jumlah yang diterima untuk 1 orang seberat 15 kilo gram, maka untuk Rastra jumlahnya berkurang. Bahkan, untuk Rastra tidak lagi dikenai biaya. Sedangkan saat masih Raskin, penerima harus membayar Rp 1.600. Untuk kualitas beras Rastra sama dengan beras yang disuplai saat operasi pasar (OP). Distribusinya pun sama saat masih bernama Raskin.

“Kali ini Bansos Rastra tidak dibayar alias gratis dan besarannya 10 kg. Jumlah penerimanya sama dengan tahun lalu yang Raskin. Untuk Yang disalurkan 1540 ton lebih atau 154 ribu Keluarga Penerima Manfaat. Yang berkurang hanya jatah berasnya. Pengurangan tidak tahu karena program pemerintah pusat,” tutupnya. (ind/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top