Pariwara
Hukum & Kriminal

Mantan Kades Cabul di Konawe Jadi Tahanan Jaksa

MANTAN KADES CABUL : Hasanuddin, mantan Kades Asolu saat melakukan rekonstruksi tersangka saat membekap mulut korban sepulang sekolah. Korban masih trauma bila disentuh tersangka hingga penyidik memakai jasa peran pengganti. Dok. Helson Mandala Putra/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Penyidikan dugaan pencabulan mantan Kepala Desa (Kades) Asolu, Konawe, Hasanuddin (53) akhirnya tuntas setelah 10 bulan lebih berproses di Polres Konawe. Tersangka Hasanuddin sudah diserahkan jaksa, Selasa (16/1) setelah penyidik melengkapi berkas penyidikan dugaan kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Selain berkas, tersangka dan barang bukti pun diserahkan ke jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe. Cukup lama kasus tersebut disidik di Polres Konawe hingga sampai pada pelimpahan berkas dan tersangka atau tahap II. Bahkan, penyidik sudah melakukan rekonstruksi pada Rabu, 26 April 2017.

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan setelah menyerahkan ke jaksa maka proses hukum selanjutnya menjadi domain jaksa hingga ke pengadilan. “”Kamis (18/1) kita sudah kirim tersangka dan barang bukti ke jaksa, selebihnya akan diurus kejaksaan. Tinggal tunggu kapan jaksa tetapkan waktu pengadilan, setelah itu dikirim ke Rutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Iptu Rachmat Zam Zam, Kamis (18/1).

Dijelaskan Iptu Rachmat Zam Zam, mantan Kades Asolu tersebut terbukti telah melakukan pelecehan seksual kepada korban berinisial DN (12). Tindakan tidak terpuji itu diketahui oleh ibu DN berinisial MA (36), lalu mengadu ke polisi pada Februari 2017. Setelah melalui pemeriksaan selama beberapa bulan, kini ia telah diserahkan ke kejaksaan.

Berdasarkan laporan dari ibu korban, tindakan senonoh itu dilakukan di rumah korban di Desa Langgea, Kecamatan Padangguni. Saat itu, Hasanuddin mendatangi kediaman korban untuk mencari atap rumbia. Melihat sang Kades yang berkunjung, MA meminta anaknya DN untuk menyuguhkan minum. “Ketika DN hendak menuangkan minuman, teradu memegang payudara korban,” beber Kasat Reskrim Konawe.

Lanjut dia, pelaku dan semua saksi telah diperiksa, dan telah lama dilakukan rekonstruksi kejadian perkara. Setelah semua berkas telah dilengkapi, maka langsung dikirim ke jaksa. Pada reka ulang Rabu, 26 April 2017 lalu terungkap jika Hasanuddin memperagakan saat dirinya mencabuli korban. Dimulai saat tersangka menunggu di sekolah korban selama 2 hari berturut-turut, dan beberapa kali memberikan uang yang jumlahnya bervariasi, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top