Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Sultra Diguyur Belasan Miliar Rupiah dari APBN


Notice: Undefined variable: amazondisplaywidget in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/wp-auto-affiliate-links/aal_engine.php on line 503

Ririn Kadariyah

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun 2018 ini, pemerintah pusat menjatah Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan mengalokasikan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp.15.867.009.499.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara (DJPbN) Sultra, Ririn Kadariyah mengatakan, dana tersebut merupakan alokasi transfer ke daerah dan dana desa lingkup Sultra.

“Dana transfer, itu yang ditransfer langsung ke pemerintah daerah. Jadi ini nanti langsung masuk ke APBD. Dananya dari pusat, tapi yang kelola nanti Pemda. Makanya nanti masuk ke APBD dulu,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, selasa (16/1).

Ririn menjelaskan, transfer ke daerah meliputi dana desa, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik serta dana insentif daerah. Sehingga semua peruntukkannya sudah jelas.

Selain dana transfer ke daerah dan dana desa, pusat juga menjatah belanja Kementerian/Lembaga (K/L) di Sultra senilai Rp.6.705.704.365.000. Belanja tersebut, kata dia, dialokasikan berdasarkan fungsi, diantaranya pelayanan umum, pertahanan dan infrastruktur. Sehingga jika ditotal, dana APBN yang dialokasikan untuk Sultra sebesar Rp. 22.572.713.864.

Mantan Kepala Sub Direktorat Hukum Direktorat Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharan Kemenkeu itu, mengatakan, belanja K/L nantinya akan disalurkan melalui kantor pelayanan perbendaharaan negara di bawah Kanwil.

Di Sultra, ada 4 KPPN yakni Kendari, Kolaka, Raha dan Baubau. KPPN Kendari melayani Kota Kendari, Konsel, Bombana, Konawe, Konkep dan Konut. KPPN Kolaka melayani Kabupaten Kolaka, Kolut dan Koltim. KPPN Raha melayani Kabupaten Muna dan Mubar. KPPN Baubau melayani, Buton, Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan dan Wakatobi.

Empat KPPN itulah yang nantinya akan membayarkan belanja K/L ke daerah. Sebab, kata Ririn, bicara dana ada tata kelola dalam penyalurannya. Apalagi, bicara uang dalam jumlah besar, harus membangun tata kelola keuangan yang bagus. Sehingga, tidak asal begitu saja mentrasfer ke kementerian dan lembaga. Tapi ada rambu-rambu yang harus dipatuhi seperti apa yang boleh dan tidak boleh dibayarkan serta kapan harus dibayarkan.

“Itu nanti yang kawal teman-teman KPPN. Kalau dana transfer, kecuali untuk DAK fisik dan dana desa, itu dicairkan langsung dari pusat langsung ke kas daerah. Tapi untuk yang DAK fisik dan non fisik, itu yang cairkan langsung KPPN di sini,” jelasnya.

Menurut Ririn, dalam pencairan anggaran belanja untuk K/L, Kanwil DJPbN Sultra tidak serta merta melakukan pencairan. Sebab, ada syarat yang harus ditaaap K/L. Begitu pun transfer ke daerah, ada syarat dan tata cara pencairannya. Dimana, masing-masing syaratnya berbeda-beda. Sebab, lanjut dia, ada sektor-sektor penting yang harus dijaga agar dalam pencairannya tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga output yang dihasilkan sesuai yang diharapkan. Sektor yang dimaksud seperti infrastruktur. Itu yang diawasi betul, berapa anggarannya, siapa Satker-nya dan apakah Satker yang laksanakan tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya.

“Makanya tadi pagi (selasa-red) saya laporkan ke gubernur. Penyerapan anggaran 2017 untuk Sultra, itu aman. Proyek-proyek besar seperti jalan, pembangunan fasilitas jembatan Bungkutoko yang mencapai Rp 30 miliar lebih,  waduk Ladongi, pembangunan jalan Wakatobi untuk pariwisata, itu semua dana dari APBN. Kita kawal, kita monitor supaya bisa selesai tepat waktu,” tandasnya. (Ind)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top