Pariwara
Nasional

Oesman Sapta: Kalau Wiranto Minta, Saya Mundur!

Oesman Sapta

KENDARIPOS.CO.ID — Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyatakan siap mengembalikan jabatan partai yang diembannya kepada Jenderal TNI (Purn) Wiranto, bila ketua dewan pembinanya itu menginginkannya. Hanya saja politikus yang beken disapa dengan panggilan Oso ini meminta jangan ada keributan seperti sekarang ini. “Boleh saja, tidak usah ribut-ribut. Kalau Pak Wiranto mau jadi ketum kembali, saya kasih,” ucapnya di kompleks parlemen Jakarta, Selasa (16/1).

Ketum partai yang juga Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR itu mengatakan bahwa jabatan ketum yang kini dia emban merupakan permintaan Wiranto. “Dahulu dia kasih saya, minta tolong untuk jadi ketua. Sekarang kalau mau minta lagi saya kasih. Mudah-mudahan kalau diambil nanti dia (Wiranto) jadi presiden atau jadi wapres,” tuturnya.

Saat disinggung tentang wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang akan digelar kubu Sekretaris Jenderal DPP Hanura Syarufudin Sudding, dia menegaskan itu tidak akan terjadi. “Mana ada ceritanya itu, Munaslub harus seizin saya sebagai ketum,” pungkas Oso yang telah dipecat oleh kubu Sudding yang mengangkat Marsekal TNI Purnawirawan Daryatno sebagai plt ketum.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto diklaim telah merestui dilaksanakannya musyawarah nasional luar biasa (munaslub), untuk memilih ketua umum baru menggantikan Oesman Sapta Odang. Hal ini disampaikan Ketua DPD Hanura Sumbar Marlis, dalam konferensi pers di kantor DPP Hanura, kawasan Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/1).

Mengacu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Hanura, Pasal 46 ayat 40a menyatakan bahwa Munaslub bisa dilaksanakan apabila ada permintaan dari 2/3 DPD, atau 2/3 DPC se-Indonesia. Data sementara yang disampaikan Marlis, permintaan digelarnya Munaslub disampaikan sekitar 27 DPD dan 418 DPC yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Oso. Karena itu sesuai AD/ART, DPP harus segera mengambil langkah penyelamatan partai.

Kemudian dari hasil rapat pengurus harian DPP Hanura di Hotel Ambhara, Jakarta pada Senin (15/1), telah diambil sejumlah keputusan penting. Antara lain DPP menerima mosi tidak percaya, ditindaklanjuti dengan pemberhentian Oso sebagai ketum. Kekosongan sementara dijabat oleh Daryatmo.

“Maka kemudian, kami dalam forum ini, mewakili DPD seluruh Indonesia menyampaikan secara bulat penyelesaian partai dari kemelut ini adalah munaslub,” ucap Marlis. Aspirasi tersebut menurutnya telah disampaikan kepada Wiranto dan jajaran dewan pembina lainnya. Mantan Menhankam/Pangab tersebut menurut Marlis, telah memberikan lampu hijau kepada DPP di bawah kepemimpinan plt ketum Daryatmo dan Sekjen Syarifudin Sudding.

“Dan atas izin dari bapak ketua dewan pembina, beliau menyetujui itu (munaslub-red) untuk segera dilaksanakan. Maka Hanura dalam satu atau dua hari ini akan melaksanakan munaslub untuk memilih ketum baru berkaitan kemelut yang terjadi,” pungkasnya. (fat/jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top