Pariwara
Nasional

Kemenristekdikti Digugat dan Dipolisikan

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Masih ingat pemberhentian Prof. Djaali dari jabatan fungsional dosen dan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) oleh Kemenristekdikti? Putra Sultra itu ternyata melayangkan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) Jakarta Timur yang kasusnya mulai disidangkan, Senin (15/1).

Pada sidang perdana tersebut, Prof Djaali menyatakan keberatannya terhadap empat landasan dalam SK pemberhentiannya sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kemenristekdikti Nomor SK 471/M/KPT.KP/2017 dan SK 473/M/KPT.KP/2017 tertanggal 20 dan 24 November 2017. Prof Djaali tegas menyatakan ketidakbenaran semua landasan terkait pemberhentiannya tersebut.

Dasar pemberhentian terkait pembimbingan, pengujian, dan meluluskan 112 orang mahasiswa program studi UNJ hanya dalam kurun waktu enam bulan, misalnya, tegas dibantahnya. Pasalnya, para mahasiswa dibimbing pada rentan akumulasi waktu bimbingan sebelas tahun (2004-2016).

Adapun empat dasar pemberhentian Prof Djaali dari posisinya yakni, menerbitkan SK Rektor UNJ Nomor 1278a/SP/2016, yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kedua, membimbing, menguji, dan meluluskan mahasiswa program doktor UNJ dalam kurun waktu bukan Maret sampai dengan September 2016. Ketiga, tidak melakukan pembimbingan secara memadai yang mengakibatkan terjadinya plagiat dalam penyusunan disertasi.

Empat, menyalahgunakan wewenang sebagai Ketua Senat UNJ karena tidak melibatkan senat dalam perumusan kebijakan akademik. “Masa sih pembimbingan 112 mahasiswa doktor dilakukan dalam periode enam bulan, tidak benar itu. Jumlah itu akumulasi dari bimbingan selama sebelas tahun ya, dari 2004-2016. Tiga dalil lainnya dalam SK Kemenristekdikti itu juga tidak benar,” kata Prof Djaali kepada wartawan seusai persidangan.

Sayangnya, pihak Kemenristekdikti tidak dapat langsung menjawab gugatan Prof Djaali. Melalui kuasa hukumnya pihak Kemenristekdikti meminta waktu dua pekan untuk mempersiapkan jawaban. Rencananya, sidang akan digelar pada 22 Januari 2017.

Hado Hasina Lapor Polisi

Terkait kasus skandal doktor ini juga berbuntut ke polisi. Mahasiswa program doktoral asal Sultra yang dituding melakukan plagiat disertasi, hado Hasina melaporkan Prof Supriadi Rustad ke Polda Sultra pada 6 November 2017. Pelaporan terkait pencemaran nama baik dan transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 KUHP dan Pasal 27 Ayat 3 UU. RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Beberapa barang bukti sudah diserahkan. Pelaporan yang dilakukan Hado Hasina, itu mewakili empat rekan lainnya yakni, H. Muhammad Nasir Andi Baos, H. Nur Alam, Hj. Nur Endang Abbas, dan H. Syarifuddin Safaa. Laporan itu diterima oleh Brigadir Polisi Kepala Mohammad Hatta M. Sayangnya, hingga kini kasus tersebut belum ada perkembangan penanganannya dari pihak kepolisian.

Hado Hasina mengaku akan terus mempersoalkan kasus tersebut sampai pihak Kemenritekdikti bisa menunjukkan tindakan plagiat yang dituduhkan. Pasalnya, disertasinya disusun dan dikerjakan sendiri berdasarkan pengalaman selama ini dalam menjalani pekerjaannya sebagai pejabat di daerah.

“Kasus ini sangat tendensius, kenapa kami di Sultra yang menjadi sasaran. Jangan-jangan karena Prof. Djaali dari Sultra, sehingga mau dikaitkan dengan kami, karena dari Sultra juga. Sekarang, silahkan mereka tunjukan disertasi yang dianggap kami melakukan plagiat,” tegas Hado.

Menurutnya, tidak elok hanya mahasiswa asal Sultra yang dipersoalkan. Sebab, dalam satu ruangan itu, ada juga mahasiswa dari seluruh Indonesia. Harusnya, semua diperlakukan secara adil. “Kalau mau jujur dan demi pembinaan, harusnya semua diusut. Jangan hanya dari Sultra yang dipersoalkan. Itupun juga tidak berdasar,” imbuhnya. (yog/wal)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top