Pariwara
Muna

DPRD Muna Minta SK Kepsek Bermasalah Dianulir

KENDARIPOS.CO.ID — Pelantikan sejumlah kepala sekolah (Kepsek) di Kabupaten Muna yang dilakukan belum lama ini, terus menjadi pembicaraan. Pihak DPRD Muna mengindikasikan, kebijakan pelantikan tersebut banyak melanggar aturan. Pasalnya, beberapa nama terlantik diketahui telah meninggal dunia dan purnatugas. Atas kelalaian tersebut, Irwan, anggota Komisi I DPRD Muna bahkan menuding jika Dinas Pendidikan serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan mutasi tak berdasarkan penilaian kinerja, melainkan bermotif politik.

Ia meminta kebijakan itu ditinjau ulang. “Semua SK yang menyalahi administrasi mohon dibatalkan,” tegasnya saat rapat dengar pendapat, Selasa (16/1). Dalam catatan legislatif, bukan saja soal pegawai yang telah meninggal dunia dan purnatugas yang dilantik, beberapa nama juga dinilai tak memenuhi syarat kepangkatan dan kualifikasi pendidikan. Sehingga pengangkatan dalam jabatan itu terkesan dipaksakan. Ada pula beberapa Kepsek berprestasi justru dimutasi menjadi pengawas. “Data kami, ada beberapa nama juga berpangkat IIIB ikut dilantik. Tolong ini dicek,” timpal Awal Jaya, Ketua Komisi I DPRD Muna.

Kader Demokrat ini melanjutkan, kondisi di beberapa sekolah akibat pergantian pejabat kepala sekolah kini tak kondusif. Efek buruknya, kegiatan belajar mengajar terhambat. Ada beberapa kepala sekolah yang telah dimutasi memilih tak berkantor. Demikian pula Kepsek baru terlantik, belum menerima SK pengangkatan. Kondisi itu memicu penataan jam mengajar guru pada tahun ajaran baru terbengkalai.

“Pada akhirnya siswa yang korban. Mohon ini ditindaklanjuti secepatnya, karena jangan sampai ada protes dari masyarakat,” tambahnya. Hasil rapat tersebut kemudian merekomendasikan pada Pemkab Muna, melalui BKPSDM dan Diknas untuk mengambil langkah secepatnya. “Komisi I merekomendasikan agar SK Kepsek yang meninggal dunia, pensiun, tidak memenuhi syarat pangkat segera dianulir,” rekomendasi Ketua Komisi I.

Kepala BKPSDM Muna, La Kusa, berargumen, ia kecolongan dengan mutasi yang bermasalah itu. Dirinya berjanji segera mengevaluasi nama-nama yang ditengarai cacat prosedur. “Satu minggu ini akan saya perbaiki,” janjinya. Kepala Dinas Pendidikan, Ashar Dulu, membenarkan ada 18 nama Kepsek bermasalah. Termasuk, tambahan lima nama pengawas yang jadi Kepsek, akan dievaluasi. Soal kegiatan belajar mengajar di sekolah, ia berjanji segera kondusif.

Hanya saja, ia mengaku jika pengangkatan kepala sekolah akan diikuti dengan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilannya. Terkait dengan syarat golongan dan kepangkatan akan dibenahi kemudian hari. “Soal Kepsek berprestasi yang dipromosikan menjadi pengawas, itu sudah sesuai penjenjangan. Aturannya, Kepsek memang dievaluasi tiap empat tahun. Tapi rekomendasi itu jadi catatan kami,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top