Pariwara
Buton

Oknum Kades di Buton Diduga Mark Up

MARK UP :
Warga Lawele menduga ada salah urus dalam pengelolaan dana desa (DD) 2016 dan alokasi dana desa (ADD) 2017. Salah satunya penggunaan anggaran pembangunan jembatan. Oknum Kades Lawele membantahnya. Tampak jembatan Lawele yang dibangun dari ADD tahun 2017. Foto: Amel/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Oknum Kepala Desa (Kades) Lawele Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton, Syamsuddin diduga melakukan mark up anggaran pembangunan dari dana desa (DD) tahun 2016 dan 2017. Pembangunan proyek yang dilakukan banyak diduga tidak sesuai bestek. Salah seorang warga Lawele berinisial TM mengatakan anggaran proyek pembuatan bak penampungan air tahun 2016 tidak logis.

Ukuran bak hanya sekira 2 kali 3 meter per segi namun anggaran yang digunakan sekira Rp 46 jutaan. “Sangat tidak masuk akal, jika bak penampungan air dengan ukuran 2 kali 3 meter menghabiskan anggaran hingga Rp 46 juta,” ujar TM saat ditemui di kediamannya, akhir pekan lalu.

Selain itu, bak penampungan air terkesan mubasir karena tidak bisa digunakan warga. Dalam rincian anggaran biaya (RAB) tertera, pipa yang digunakan sebanyak 85 batang namun lem yang digunakan 190 kaleng. Sehingga hal itu dianggap terjadi mark up.

Dugaan mark up anggaran bukan hanya pada pembangunan bak. Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 untuk pembangunan jembatan juga diduga terjadi mark up. Jembatan tersebut menghabiskan anggaran sekira Rp 218 juta, dengan 3 tiang penyangga. Namun yang dibangun hanya 2 tiang. “Jembatannya sudah jadi tapi tiangnya sudah pada bengkok. Tiangnya juga hanya 2 dan papan cor belum dibongkar. Takutnya kalau dibongkar jembatannya rawan roboh,” tambah TM.

Atas dugaan awal itu, warga melapor ke Polres Buton. Mereka berharap agar dugaan penyimpangan anggaran itu bisa segera diproses. Okum Kepala Desa Lawele Syamsuddin ketika dikonfirmasi membantah tuduhan warga tersebut. Dia menganggap laporan warga tidak benar dan dugaan itu terjadi karena dibarengi adanya nuansa politis jelang pemilihan kepala desa. “Ini semua pasti ada hubungannya dengan Pilkades,”ujar Syamsuddin saat dikonfirmasi via telepon.

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sugiri SIK membenarkan adanya laporan masyarakat Desa Lawele itu. Dia mengaku, banyak laporan yang masuk sehingga penanganan kasus harus melihat hal-hal yang prioritas. Apalagi penyidik belum turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. “Memang ada laporan, namun kami belum proses.  Yang pasti kita akan turun ke lapangan,” ujar AKP Sugiri. (mel/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top