Pariwara
Metro Kendari

Lahan Eks RS Sultra Belum Dimanfaatkan

LAHAN EKS RSUD : Lahan bekas RSUD Provinsi Sultra belum termanfaatkan, Senin (15/1). Pemprov Sultra berencana akan memanfaatkan aset tersebut untuk membangun gedung pusat perbelanjaan termegah di Sultra. Foto: LM. Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak tahun 2016, Pemprov Sultra sudah mengumumkan jika lahan eks Rumah Sakit Sultra di kawasan Jalan Sam Ratulangi, Mandonga bakal dipoles menjadi kawasan perekonomian. Pemprov telah membuka kran investasi di kawasan itu. Hanya saja, hingga saat ini, belum satu pun investor melirik lahan eks RS Sultra itu.

Praktis, aset besar Pemprov itu belum termanfaatkan setelah RS Sultra yang berganti nama menjadi RS Bahteramas berdiri kokoh di area Kecamatan Baruga. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, Nasir Andi Baso. Kata dia dalam kebijakan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tentang pemanfaatan atau optimalisasi aset diarahkan pada hal-hal yang bisa menumbuhkan pusat-pusat perekonomian dalam skala tertentu.

Olehnya itu, berkaitan dengan kawasan eks RS Sultra itu juga sudah ditunjuk panitia khusus oleh Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam. “Tetap akan dibangunkan pusat perekonomian, seperti mal. Pokoknya kawasan terintegrasi karena itu kan luas ya,” ujar Nasir Andi Baso, Senin (15/1).

Mantan Kepala Inspektorat Sultra itu melanjutkan jika dalam implementasinya lahan itu belum termanfaatkan karena terkendala persoalan masa transisi kepemimpinan yang tersisa beberapa pekan lagi. “Itu bisa dipahami baik oleh pemprov maupun calon-calon investor. Kita sabar sajalah,” tambahnya.

Nasir Andi Baso menegaskan aset tersebut tetap akan diarahkan seperti kebijakan semula meski telah berganti kepemimpinan karena sudah diatur dalam RPJMD. “Dengan catatan, aset tersebut tidak terjual, tetapi tetap dikelola dengan sistem kerjasama kepada pihak ketiga,” pungkasnya.

Soal adanya kabar jika investor masih enggan berinvestasi karena adanya lahan yang masih diklaim masyarakat itu dibantah oleh Kepala Bagian Aset BPKAD Sultra, Harsid. Dia menegaskan jika lahan tersebut sepenuhnya milik Pemprov Sultra dengan dokumen kepemilikan tanah yang lengkap dan legal menurut hukum. “Tidak ada masalah dengan lahan itu. Masyarakat tidak bisa mengklaim. Lahan itu milik Pemprov,” tegas Harsid, senin (15/1). (ely/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top