Pariwara
Metro Kendari

Jual Beras di Atas HET, Laporkan!

Siti Saleha, Kepala Dinas Perindag Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Akibat anomali cuaca, harga beras secara nasional mulai merangkak naik sejak akhir tahun 2017 lalu. Untuk menekan harga itu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sudah menerbitkan Peratuan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017. Payung hukum itu mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras. Harga beras medium tidak boleh dijual diatas Rp 9.450 per kilogram dan beras premium distandarisasi dengan harga Rp. 12.800 per kilogram. Harga itu berlaku di pasar tradisional dan ritel modern.

Sejak keluarnya Permendag itu, Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) sudah melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengawasi distributor dan pedagan beras eceran untuk menaati HET tersebut. Salah satunya dengan operasi pasar yang rutin.

Hanya saja, meski sudah rutin operasi pasar, rupanya masih banyak distributor dan pengecer yang menjual beras dengan harga di atas ketentuan pemerintah itu. Olehnya itu, Kepala Dinas Perindag Sultra, Siti Saleha meminta siapa saja yang menemukan penjualan beras dengan harga diluar ketentuan untuk segera dilaporkan ke unit pengaduan konsumen yang dibuka setiap hari kerja oleh Diseperindag Sultra.

“Kalau distributor sudah banyak yang taat, ini yang susah ditingkat pengecer. Masih ada yang jual di atas harga yang seharusnya. Makanya karena ini jumlahnya banyak, kami butuh bantuan dari masyarakat, media massa atau siapa saja yang menemukan, silakan diadukan laporkan dan kami akan turun menindaklanjutinya,” ungkap Siti Saleha, Senin (15/1).

Mantan Pj. Bupati Bombana ini melanjutkan jika ada pedagang beralasan menjual beras di atas HET karena menyiasati stok, Saleha menegaskan stok beras di Sultra masih cukup. Sekira 3.000 ton yang bisa digunakan hingga 5 bulan ke depan. Bahkan jika negara sudah mengimpor besar, Sultra saat ini masih surplus. “Kita masih menggunakan beras lokal. Kalau kurang paling kita antar daerah saja kerjasamanya. Ada dari Surabaya dan Sulsel saja, tapi saat ini masih aman,” ujar Siti Saleha.

Wanita berhijab ini melanjutkan pengawasan terhadap jual beli beras tersebut tidak hanya bertumpu pada instansinya saja. Pihaknya terus berkoordinasi dengan satgas pangan yang melibatkan aparat keamanan dan Bulog. “Jalur koordinasi kami tidak pernah terputus, selalu ada rapat untuk membahas hal-hal teknis,” tutup Siti Saleha. (ely/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top