Pariwara
HEADLINE NEWS

Hado Hasina Sorot Program Tol Laut di Sultra

Hado Hasina, Kadis Perhubungan Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Program Tol Laut pemerintahan Presiden Jokowi mulai direalisasikan. Di Sultra, ada tiga pelabuhan yang ditetapkan dalam program Tol Laut yakni, Kendari New Port, Pelabuhan Murhum di Baubau, dan Pelabuhan Wanci di Wakatobi. Untuk Kendari New Port belum bisa dimanfaatkan mengingat masih dalam tahap pembangunan, sedangkan Murhum dan Wanci sudah dimanfatkan.

Adapun rute yang melalui Pelabuhan Wanci yakni, Tanjuk Perak-WANCI-Namlea-Wanci-Tanjung Perak. Sementara rute ke Pelabuhan Murhum Baubau yakni, Tanjung Perak-Baubau-Manokwari-Baubau-Tanjung Perak.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Dr Ir Hado Hasina MT menyambut pengoperasian kapal melalui program tol laut dimaksud. Hanya saja, diperlukan intervensi yang lebih agar program tol laut bisa berjalan lebih optimal di kedua pelabuhan dimaksud. “Ada dua masalah yang perlu penanganan lebih yakni, kesiapan insfrastruktur pelabuhan untuk disandari kapal Tol Laut yang berukuran besar, dan muatan kapal baik saat datang maupun balik,” kata Hado Hasina.

Kondisi terkini pelabuhan Wanci di Wakatobi

Pelabuhan Murhum, ungkap Hado, selama ini telah melayani pelayaran nasional dari Barat ke Timur Indonesia, baik penumpak maupun barang. Dalam pengintegrasian program Tol Laut, Pelabuhan Murhum diarahkan untuk melayani komersil swasta seperti yang telah diperankan Baubau selama ini. “Untuk infrastruktur Pelabuhan Baubau relatif tidak ada masalah, namun yang perlu carikan solusianya bagaimana kapal yang datang membawa dan membongkar barang, ketika balik juga terisi muatan dari Sultra,” kata Hado.

Sementara, Pelabuhan Wanci tak hanya memerlukan solusi terkait muatan kapal, tetapi juga infrastruktur pelabuhan yang belum mendukung untuk dilalui oleh kapal Tol Laut yang berukuran besar. Selama ini, kapal Tol Laut hanya berlabuh agak jauh dari pelabuhan Wanci, mengingat kondisi pelabuhan tak memadai disandari kapal Tol Laut. Barang muatan diantarjemput oleh kapal berukuran kecil. “Kondisi ini memerlukan intervensi dari pemerintah pusat untuk mengucurkan dana membangun infrastruktur Pelabuhan Wanci agar refresentatif disandari kapal Tol Laut. Lagi pulau pemerintah pusat tak rugi bila mengucurkan dana untuk pembangunan pelabuhan Wanci, mengingat Pemkab Wakatobi juga telah menyerahkan Bandara Matahora yang dibangun menggunakan dana daerah sebesar Rp. 160 miliar ke pemerintah pusat. ” ungkap Hado.

Terkait kepastian muatan kapal baik saat datang maupun balik, maka diperlukan dukungan penuh Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten agar berbagai komoditi yang ada di Sultra bisa terangkut memanfaatkan kapal Tol Laut. Dengan demikian, kapal yang datang dengan syarat muatan ketika pulangpun selalu terisi berbagai komoditi asal Sultra.

“Pengintegrasian Pelabuhan Murhum dan Wanci dengan simpul transportasi lainnya di Sultra, baik yang menggunakan moda transportasi darat, laut dan udara harus dilakukan. Hal ini harus dilakukan dalam rangka memperoleh manfaat dari program tol laut,” tutur Hado. (wal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top