Pariwara
Ekonomi & Bisnis

BI Akan Salurkan Bantuan Pangan Nontunai Bagi Masyarakat Miskin


Notice: Undefined variable: amazondisplaywidget in /home/kendaripos/public_html/wp-content/plugins/wp-auto-affiliate-links/aal_engine.php on line 503

Minot Purwahono

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah semakin gencar mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Jika tahun lalu, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menelorkan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, maka tahun ini akan ada program baru yang diturunkan, yakni bantuan pangan bagi masyarakat prasejahtera.

Namun, bantuan pangan tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Ini juga salah satu terobosan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk mengintensifkan transaksi nontunai yang mulai diterapkan dalam setiap kegiatan transaksi pemerintah di tahun 2018.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sultra, Minot Purwahono mengatakan, untuk tahun 2018, akan ada bantuan yang diterima masyarakat miskin di Indonesia, termasuk Sultra yakni bantuan pangan, setelah sebelumnya mendapat bantuan keluarga harapan. Untuk bantuan pangan, kata dia, baru akan dimulai di Sultra. Dimana komitmen bersama pemerintah, penyalurannya tidak dalam bentuk tunai, melainkan akan menggunakan kartu.

“Itu nanti tidak dapat uang tunai, tapi kartu. Kita kerjasama dnegan beberapa agen, terutama kerjasama dengan bulog. Bulog kan punya Rumah Pangan Kita (RPK). Itu nanti kerjasama dengan bulog dan perbankan. Karena perbankan menerbitkan kartunya,” katanya, di hadapan Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin SH saat kunjungan ke kantor BI Sultra, senin (15/1).

Minot menjelaskan, pemberian bantuan pangan nontunai dimaksudkan agar dalam penyalurannya tepat sasaran. Sebab, berkaca dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, pemberian bantuan tidak tepat sasaran dan tepat guna. Diakuinya, data penerima sudah sesuai dengan data BPS. Namun, peruntukkannya yang salah.

“Memang yang nerima orangnya sudah benar. Tapi peruntukannya yang salah. Kadang untuk beli pulsa, motor dan lain-lain. Itu tidak sesuai. Tahun ini, kita kasih kartu. Nah kartunya itu untuk belanja, supaya tepat sasaran,” jelasnya.

Bagaimana pendistribusiannya? Menurut Minot, data yang diterima BI sesuai data yang turun dari Kemensos. Dimana, masing-masing kabupaten/kota sudah ada daftar penerima bantuan tersebut. Nantinya, BI akan turun sosialisasi di masyarakat.

Minot menyebut, bantuan tersebut paling lambat disalurkan pada Mei tahun ini. Namun jumlah penerima dan nilainya berapa, dia mengaku tidak tahu. Karena data menjadi domain Kementerian Sosial. Sementara syarat yang menerima, dikeluarkan oleh BPS. Yang pasti, BI akan bersama-sama dengan perbankan untuk turun sosialisasi di masyarakat. Perbankan yang dimaksud ada tiga, yakni BNI, Mandiri dan BRI yang diberikan mandat oleh pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan. Tiga bank itu yang terbitkan kartu atas nama yang bersangkutan. BI akan sosialisasi ke masyarakat terkait cara penggunaan kartu bantuan pangan. Sebab tidak bisa diuangkan dan kartu hanya bisa digunakan di toko-toko tertentu.

“BI diminta sebagai penyedia regulasi nontunai dan kami mengatur bersama perbakan. Jangan sampai saat pelaksanaan ada complain. Jadi kewajiban kami sosialisasi, apa keuntungan dengan penggunaan nontunai. Kami antisipasi di awal, makanya kami sudah rapat dengan pihak Bulog, perbankan dan Dinsos,” tandasnya. (Ind/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Most Popular

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top