Pariwara
HEADLINE NEWS

Biadab! Kakek 70 Tahun di Buton Cabuli 4 Bocah

KAKEK CABUL : La Asida (pakai masker) ditangkap personel Satreskrim Polres Buton di kediamannya lantaran ketahuan mencabul 4 bocah. La Asida bakal menghabiskan masa tuanya dengan hukuman belasan tahun penjara. UU Perlindungan Anak menantinya kakek cabul itu. Foto: Amel/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Usia La Asida sudah sangat senja. Tapi syahwatnya masih menggelora seperti orang muda. Diusia 70 tahun, sejatinya La Asida beribadah saja, menambah pundi-pundi amal untuk bekal diakhirat. Bukannya banyak ibadah, La Asida justru kian menambah dosa dengan berbuat maksiat. Kini dia berurusan dengan hukum. Sanksi belasan tahun penjara menantinya.

Warga Desa Wining, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton diamankan personel Polres Buton karena diduga mencabuli 4 bocah. Semua korbannya adalah anak tetangganya. Bermodal duit lembaran Rp.2000, La Asida mencabuli anak-anak.

Predator anak itu ditangkap akhir pekan lalu. Dari hasil pemeriksaan tersangka, aksi bejar kakek cabul itu dilakukan sejak Desember 2017 dan baru terungkap Minggu 7 Januari 2018. Tindakan amoral La Asida terungkap setelah salah seorang korbannya mengadu kepada ayahnya, Senin 8 Januari lalu. Sehari setelah itu, La Asida ditangkap di kediamannya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu mengiming-imingi duit Rp 2.000 kepada para korbannya. Usai menyalurkan syahwatnya, La Asida mengancam korban-korbannya agar tidak mengungkap aib itu kepada siapapun. Perkebunan warga selalu jadi tempat pencabulan yang dilakukan Asida.

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sugiri mengatakan telah meminta keterangan 4 korban pencabulan dan melakukan visum. Terdapat luka dibagian kemaluan salah seorang korban. “Dari pengakuan korban, pelaku berbuat cabul sejak Desember 2017,” ujar AKP Sugiri, Minggu (14/1).

Pelaku yang kini mendekam di sel tahanan Mapolres Buton, dijerat pasal 81 ayat 2 juncto pasal 76B, subsider pasal 82 ayat 1 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Ditempat terpisah, orang tua salah seorang berinisial AA mengatakan tindakan pelaku baru diketahui meski sejak lama dilakukan. Dia meminta polisi menghukum berat pelaku sesuai perbuatannya.Tersangka La Asida mengaku berbuat cabul karena khilaf.

Awalnya kata dia, 2 korban sedang bermain di sekitar rumahnya. Kedua bocah dipanggil dan dicabuli La Asida. Agar korban tak buka suara, La Asida memberi duit Rp 2.000. “Saya sangat menyesal dan saya minta maaf,” ujar kakek cabul itu. (mel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top