Pariwara
HEADLINE NEWS

Mabuk, Remaja di Kolut Sok Jagoan, Hajar Warga dan Rusak Properti Toko

MABUK : Pelaku penganiayaan, Pian (T-Shirt putih) dibekuk polisi yang dipimpin Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto (kanan). Pian menghajar 2 pemuda dan merusak properti toko karena mabuk usai menenggak miras. Foto: Muh. Rusli/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Tak terbantahkan bila kebiasaan menenggak minuman keras (miras) menjadi salah satu pemicu tindak kriminal. Usai pesta miras bersama rekannya, Pian berubah jadi brutal. 2 pria jadi korbannya karena dihajar Pian. Properti toko ikut dirusak. Pian kini mendekam di balik jeruji tahanan Polsek Ngapa, Kolaka Utara setelah ditangkap polisi.

Muh. Zulkifli (26) dan Randi Sampara (24) warga Desa Beringin Kecamatan Ngapa mengalami luka robek di kening dan kepala saat mendatangi Polsek Ngapa dan melaporkan perbuatan Pian, Sabtu (14/1). Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto mengatakan saat duduk santai digerai penjualan pulsa, korban Muh. Zulkifli dan Randi Sampara dihampiri pelaku, Pian dari Kelurahan Lapai bersama rekannya bernama Anca. Kedua pelaku membanting spanduk di hadapan korban.

Tak hanya itu, lemparan pelaku disusul sebuah batu yang mendarat di kepala Zulkifli bagian kiri yang mengakibatkan luka robek. Melihat rekannya bertingkah bak jagoan, Anca pun ikut-ikutan. Anca menghajar Randi Sampara dengan batu digenggamannya yang mengakibatkan robek di kening Randi. “Usai memukul korban, pelaku lari,” ujar Ipda Adianto, Minggu (14/1).

Muh. Zulkifli dan Randi Sampara enggan main hakim sendiri. Keduanya memilih mendatangi Polsek Ngapa dan melaporkan penganiayaan itu sekira pukul 07.30 wita. Usai menerima aduan, personel Polsek Ngapa mencari pelaku yang kabur.

Pelaku diketahui usai miras di salah satu kebun di Desa Tondongmerah lalu masuk kota kecamatan. Ia merusak plang toko Mario dan Bahana sebelum bertemu Zulkifli di konter. “Persoalan mabuk saja lalu merusak dan menganiaya. Pian ini sudah sering berulah tetapi sebelumnya masih dibawa umur dan sekarang kasusnya dilanjutkan karena sudah dewasa,” ungkap Ipda Adianto.

Pian berhasil ditemukan dan dibekuk di Desa Tanggeawi Kecamatan Tiwu. Sementara rekan Pian belum ditahan karena Randi tidak membuat laporan dan hanya sebagai saksi atas pemukulan terhadap Zulkifli. Atas kejadian tersebut, Pian dijerat pasal 351 ayat 1 dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top