Pariwara
HEADLINE NEWS

KPU Sultra: Tak Penuhi Syarat Calon Langsung Dicoret

Penilaian Syarat Calon. Grafis: LD. Kurniawan, Ilustrasi: Fahri Asmin/Kendari Pos

KENDARIOS.CO.ID — Seluruh rangkaian tes untuk memenuhi syarat calon tuntas digelar. Minggu (14/1), tes terakhir yang diikuti para kandidat (15 bakal pasangan calon) adalah psikotes atau tes kejiwaan. Lokasinya dipusatkan di salah satu hotel di Kota Kendari. Sebelumnya, mereka juga sudah menjalani tes urine dan kesehatan di dua lokasi berbeda. Rencananya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasilnya.

Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo Bane menegaskan, tes psikologi merupakan salah satu rangkaian untuk memenuhi syarat calon. Sehingga, semua kandidat wajib melewatinya dan harus lolos. Termasuk tes urine dan kesehatan yang sudah diikuti sebelumnya. “Ketiga tes ini akan menentukan nasib para kandidat. Sebab, kalau ada yang tidak memenuhi syarat calon, maka akan langsung dicoret. Dengan begitu, tidak bisa lagi lanjut ke tahap berikutnya,” ungkap Iwan Rompo, minggu (14/1).

Menurut Iwan, sudah ada beberapa kejadian kandidat yang dicoret karena tidak memenuhi syarat calon. Seperti di Pilkada Balikpapan 2017 lalu. Ada salah satu bakal calon yang dicoret karena tidak penuhi syarat calon. Orang tersebut mengidap suatu penyakit atau sedang tidak sehat, sehingga dianggap tidak memenuhi syarat. Selanjutnya, parpol pengusung menggantinya dengan figur lain. “Hasil tes ini akan kami sampaikan ke bapaslon pada 17 Januari atau 18 Januari nanti. Kalau memenuhi syarat lanjut ke tahap berikutnya. Tapi jika tidak, maka harus diganti,” jelasnya.

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah menambahkan, untuk bisa ditetapkan sebagai calon yang akan bertarung di pilkada serentak, semua harus lolos syarat pencalonan dan syarat calon. Pencalonan berkaitan dengan dukungan parpol, sedangkan syarat calon menyangkut tes urine, tes kesehatan dan psikotest. “Kalau syarat pencalonan sudah tuntas (khususnya yang diusung parpol). Tapi masih harus menunggu hasil tes syarat calon. Kalau ada salah satu aspek yang tidak dipenuhi, maka akan langsung dicoret,” jelasnya.

Tes kejiwaan para kandidat dimulai sekira pukul 07.00 Wita, minggu (14/1). Sebelum tes digelar sebanyak 30 kandidat atau 15 bapaslon mendapat penjelasan tentang tata tertib pelaksanaan tes dan petunjuk umum tentang pelaksanaannya. Ketua Tim Pemeriksa Psikotes, Nurhaerani Haeba menjelaskan para kandidat akan mengikuti tes tertulis dan wawancara. Semua kandidat akan dinilai oleh para psikolog yang sesuai standar dari HIMPSI Pusat.

Bahkan alat yang digunakan juga menggunakan standar pusat sesuai ketentuan keputusan KPU RI nomor 231/PL.03.1-Kpt/06/KPU/XII/2017 tentang petunjuk teknis standar kemapuan jasmani dan rohani. Serta standar pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani. Nah, hasilnya akan dilaporkan ke KPU, 15-16 Januari 2018.

Ketua HIMPSI wilayah Sultra ini menambahkan, pada pemeriksaan kesehatan rohani (psikotest) memiliki lima variabel penilaian. Yakni, pertama intelektual (kecerdasan kognitif). Kedua, pengendalian diri dan emosi (kecerdasan emosi, stabilitas dan pengendalian diri). Ketiga, harapan hidup dan kapasitas untuk mencapai tujuan hidup (optimisme, penerimaan diri, kemandirian dalam berpikir dan tindakan). Keempat, mampu memanfaatkan potensi dan energi (kepercayaan diri dan produktivitas). Kelima, sikap seusai dengan norma (penyesuaian diri, kualitas hubungan pribadi). “Jadi, hal itu yang dilihat pada tes psikologi ini,” ungkapnya disela-sela tes psikologi berlangsung.

Semua kandidat optimis bisa lolos syarat calon. Bacagub Sultra, Asrun mengaku tertarik dengan tes psikologi. Panitia menyiapkan sebanyak 225 soal. Yang menariknya soal termasuk unik. Pasalnya, ada beberapa topik yang diangkat. Misalnya, dalam soal menggambar dirinya, menggambar pohon mangga. Filosofisnya adalah kendati mangga tersebut dilempari dengan batu tapi pohon mangga tersebut selalu memberikan buahnya.

Kata dia, tes tersebut dilaluinya dengan begitu baik. Sehingga, ia optimis setelah syarat pencalonan selesai, kemudian dilanjutkan dengan memenuhi syarat calon seperti tes urine, tes kesehatan dan psikologi akan tuntas. “Saya sangat optimis semua hasilnya akan baik. Kalau tes ini paling ranges atau peringkatan saja,” yakinnya.

Bacagub Sultra lainnya, Rusda Mahmud mengungkapkan dirinya sebelumnya memang sudah mengikuti tes psikologi. Tepatnya saat maju pilkada Kolaka Utara. Namun, pada tes kali ini sedikit ada perbedaan. Sehingga, hal ini menurutnya menantang. Salah satu soal yang menurutnya menantang adalah tentang menggambar. Dirinya menggambar pohon cokelat. Pasalnya, di wilayahnya Kolut yang paling besar adalah tanaman pohon cokelat. Sehingga, dia menggambar pohon cokelat dihamparan lahan luas dan hasilnya kemudian dijual dan dinikmati masyarakat.

Bacagub Sultra lainnya, Ali Mazi juga punya pendangan serupa. Dia mengaku biasa saja dalam tes psikologi tersebut. Kata dia, tes tersebut juga bukan soal benar atau salah, melainkan menilai konsistensi saja. Misalnya, untuk mengukur tenang atau tidaknya diri kita, kesabaran, konsistensi dan emosional.

Kata dia, pada saat dimintai soal menggambar dirinya menggambar seorang gubernur. Yakni dirinya sendiri yang sedang mengawasi semua pekerjaan. Diumur 56 tahun tentu akan berjalan baik semua pekerjaan itu. Kemudian, memakai jam tangan yang menandakan harus tepat waktu dengan payung untuk berlindung serta suntikan dari yang berarti masukkan untuk semua pihak. “Pastinya optimis lolos,” ujarnya.

Bacawali Baubau, A.S Tamrin menjelaskan dirinya sudah sering mengikuti tes psikologi. Sehingga, tidak ada hal yang baru dalam tes kali ini. Dirinya optimis bisa lolos karena mampu menyelesaikan semua tes tersebut dengan baik. “Syarat pencalonan sudah, syarat calon pun termasuk tes psikologi ini tak ada masalah. Saya yakin lolos,” katanya disela-sela jam istrahat usai mengikuti tes tertulis dari HIMPSI Sultra.

Bacabup Kolaka, Ahmad Safei mengungkapkan sama sekali tidak kesulitan dengan tes tersebut. Semua soal mampu dijawabnya dengan baik. “Saya yakin hasilnya akan memuaskan. Mulai dari tes kesehatan termasuk tes psikologi ini,” optimisnya.

Rivalnya, Asmani Arif juga tak mau kalah. Menurutnya, semua rangkaian tes yang menjadi syarat calon sudah diikutidengan dengan sangat baik. Termasuk tes kejiwaan. “Kami sangat yakin bisa lolosm” ucapnya.

Bacabup Konawe, Kery Saiful Konggoasa menuturkan juga tak ada kendala berarti dalam mengikuti tes psikologi tersebut. Karena, sebelumnya juga sudah pernah mengikutinya. Kata dia, tes tersebut juga untuk melihat kelihaian dalam mengelola diri saja. “Ya, kita lalui dengan baik. Semua soal saya jawab dengan baik. Kan sudah pernah juga,” ucapnya.

Rivalnya, Irawan Laliasa juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, tak ada yang luar biasa dengan tes psikologi ini. Termasuk tes urine dan kesehatan yang diikuti sebelumnya. “Kami bukan hanya optimis lolos syarta calon, tapi juga bisa memenangkan pilkada,” imbuhnya. (b/wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top