Pariwara
Nasional

Kemenkes Genjot Produksi Vaksin Difteri

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Biofarma akan menambah kapasitas produksi vaksin difteri. Semula, kapasitas produksi hanya 15 juta vial per tahun dan kini menjadi 19,5 juta vial. Kemenkes yakin penambahan produksi vaksin akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Menkes Nila Moeloek menuturkan, vaksin difteri yang diproduksi Biofarma akan mencukupi kebutuhan outbreak response immunization (ORI) dan imunisasi rutin. ”Cukup untuk penanggulangan KLB difteri. Sebanyak 19,5 juta vial 2018 tersedia untuk Indonesia,” tutur Menkes Sabtu malam (13/1).

Salah satu upaya yang digencarkan dalam penanggulangan KLB difteri adalah melakukan ORI di daerah yang ditemukan kasus. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan masyarakat dengan menutup immunity gap. Sehingga diharapkan memutus mata rantai penularan.

Menkes menyatakan, kualitas dan keamanan produk Biofarma telah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, vaksin hasil produksi Biofarma tidak hanya dipergunakan di Indonesia. Sudah 130 negara mengimpor vaksin tersebut. Bahkan 57 negara di antaranya termasuk negara Islam. Salah satunya Arab Saudi. ”Jelas sekali membuat vaksin itu sangat tidak sembarangan,” ujarnya.

Dirut Biofarma Juliman menyatakan, semua vaksin yang diproduksi untuk program ORI, program imunisasi nasional, dan ekspor terjamin kualitas dan keamanan. ”Seluruh telah melewati seragkaian pengujian ketat untuk mendapatkan release (izin edar) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bahkan untuk dapat mengekspor vaksin, produk Biofarma harus diaudit WHO,” sahut Juliman.

Juliman menambahkan, Biofarma berkomitmen memrioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Sehingga permintaan ekspor telah dinegosiasi untuk dijadwal ulang setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Pengalihan pasokan ekspor hanya diperuntukkan bagi vaksin yang mengandung difteri. ”Sedangkan untuk vaksin lain seperti campak, polio, dan sebagainya masih tetap kami penuhi untuk kebutuhan ekspor,” ungkapnya.

Sementara itu, status KLB difteri di Balikpapan belum dicabut hingga Sabtu (13/1). Satu per satu pasien suspect difteri masih mendatangi RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) di Batu Ampar, Balikpapan. Hingga minggu (14/1) masih ada lima pasien yang dirawat. “Total sudah 24 pasien dengan laporan difteri sejak November. Tujuh dinyatakan positif. Lima masih menjalani perawatan hingga hari ini (minggu),” ucap Wakil Direktur Pelayanan RSKD Achmad Zuhro Ma’ruf minggu (14/1).

Tujuh pasien tersebut statusnya sudah ditegaskan sejak masuk dan pemeriksaan laboratoriumnya menunjukkan hasil positif. Karena KLB, pihaknya melaporkan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan. Dari sana, DKK yang menindaklanjuti penanganan keluarga dan orang-orang yang pernah kontak dengan penderita. (lyn/jpg)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top