Pariwara
Muna

Giliran Kontraktor Dibidik Jaksa

Abdul Sofyan

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus mega korupsi dana alokasi khusus (DAK) Muna 2015 benar-benar menguras tenaga, pikiran dan waktu penyidik Kejaksaan Negeri Muna. Sudah setahun lebih diusut, benang kusut kasus itu belum sepenuhnya terurai. Faktanya, meski sudah menetapkan lima tersangka, namun publik menilai masih ada aktor penting yang belum terungkap.

Kesi Intel Kejari Muna, La Ode Abdul Sofyan mengatakan, perburuan fakta baru tetap terus dilakukan. Kasus dengan kerugian negara mencapai miliaran rupiah itu masih terus dikembangkan. “Tunggu saja ya. Pastinya semua yang punya kaitan akan ditelusuri, termasik pihak kontraktor,” ungkap Sofyan akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih terus mendalami peran kelima tersangka yang sudah ditetapkan pada 21 Desember 2017 lalu. Sejumlah fakta masih akan diungkap untuk menguatkan materi dakwaan nantinya. “Intinya kami masih terus kembangkan materinya,” katanya.

Terkait upaya hukum praperadilan yang ditempuh para tersangka, Sofyan tidak gentar. Kejaksaan, menurutnya, tetap berkeyakinan jika langkah penetapan tersangka sudah sesuai prosedur serta didukung dengan dua alat bukti yang cukup. Meskipun, ia menilai praperadilan adalah hak para tersangka yang sah untuk ditempuh. “Iya, ada sidang (praperadilan). Itu hak mereka dan kami siap saja,” jelasnya.

Sofyan menambahkan, dalam waktu dekat, sejumlah saksi masih akan terus diperiksa, termasuk kemungkinan dari beberapa kontraktor pekerjaan yang menggunakan anggaran DAK 2015 tersebut. Namun siapa saja yang dibidik, Sofyan tidak menyebutkan dengan jelas. “Itu belum bisa kami buka. (kontraktor) masih di data,” paparnya.

Jadwal pemeriksaan saksi berikutnya, kata Sofyan, belum dapat dipastikan. Pun dengan nama-nama yang akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. Ia hanya membocorkan, jika pekan depan agenda itu sudah dapat dilakukan. “Mungkin Senin atau Selasa,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Muna pada 2015 lalu diguyur bantuan DAK reguler sebanyak Rp.200 miliar dari APBN. Lalu kemudian pada APBN Perubahan, DAK tambahan turun lagi ke Muna senilai Rp.110 miliar. Dana itu, diperuntukkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, total ada 13 sub bidang yang diantaranya berupa irigasi dan pembangunan rumah sakit.

Hanya saja, Kejari Muna belakangan mengendus ketidakberesan pengelolaan DAK tersebut. Fakta lapangan menunjukkan jika sebagian besar pekerjaan yang menggunakan DAK itu tidak dituntaskan. Anggaran, justru malah habis dicairkan. Berbekal kejanggalan itu, penyidik Kejari Muna yang dkomandoi La Ode Abdul Sofyan kemudian mengusut dugaan itu. Sejumlah saksi diperiksa, hingga kemudian beberapa fakta terungkap.

Fakta pertama, pekerjaan tidak tuntas namun anggaran habis. Lalu kemudian penyelesaian pekerjaan dianggarkan kembali ditahun 2016. Hal itu, menurut jaksa, janggal. Meski sebagian tersangka yang ditetapkan kukuh membela diri dengan dalih penganggagaran itu punya payung hukum dan tidak menyalahi aturan.

Selain itu, jaksa juga menemukan modus deposito. Dana DAK sebelumnya didepositkan pada sebuah bank, lalu kemudian bunganya dinikmati berjamaah. Meskipun, angka real kerugian negara dalam kasus ini belum diungkap. Atas kejanggalan tersebut dan berkat pengembangan terus menerus, Kejaksaan Negeri Muna Desember lalu menetapkan lima orang tersangka. Masing-masing adalah Mantan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Muna, inisial RN, Kepala Bidang Anggaran, DPKAD, TS, PPK Mina Marga PU Muna, SND, Kabid Perbendaharaan, HS dan pemegang kas daerah, IG. (b/ode)

1 Comment

1 Comment

  1. Fardin

    23 Jan 18 00:13 at 00:13

    Jangan lupa kepada pihak kejaksaan agar kotrktor2 kecil di desa juga harus diperiksa.. karna mereka juga berpotensi terlibat dalam penyagunaan ADD dan DD di desa-desa. Bisa sajha hubungan baik antara pemerintah desa dan kontraktor yang menangani proyek didesa bekerja sama membengkakan anggaran yang wow, sehingga yang seharusnya anggaran cuman sekian dibengkakan sekian % dan nantinya keuntungan dari proyek tersebut di bagi hasil antara kontrakto dan pemerinta desa!!
    Sebelumnya Saya minta maaf!! Ini hanya sebuah pandangam warga yg tdk tahu apa2

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top