Pariwara
Edukasi

1.126 Mahasiswa Konkep Terima Beasiswa

Bupati Konkep Ir Amrulah MT

KENDARIPOS.CO.ID — Kepedulian Pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di otoritanya begitu tinggi. Sebagai bukti, Bupati Konkep, H. Amrullah ST., mengalokasikan dana APBD untuk menalangi biaya perkuliahan mahasiswa asal Konkep yang menuntut ilmu di Universitas Halu Oleo (UHO). Tidak sekadar retorika, namun Amrullah bersama wakilnya, H. Muh. Lutfi, menggandeng UHO dan Bank Sultra dalam merealisasikan penyaluran beasiswa kepada 1.126 mahasiswa Konkep.

Jumat, (12/1/2017) di Auditorium Mokodompit, Amrullah menghadiri langsung silaturahmi akbar mahasiswa penerima beasiswa dan bantuan belajar program Wawonii Cerdas-UHO. Hadir di acara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, DR. Nur Arafah, M.Si, Direktur Bank Sultra, Khaerul Kemala Raden, Sekab Konkep, Cecep Trisnajayadi, dan Kadis Pendidikan Konkep, Drs.Muhammad Yani.

Amrullah memberikan beasiswa secara simbolis kepada mahasiswa asal Konkep yang sedang menempuh pendidikan di UHO. Mereka yang dapat bantuan itu adalah mahasiswa strata satu (S1), strata dua (S2) dan yang sedang menempuh program pendidikan doktor (S3).

Bupati Konkep, Amrullah mengatakan, pemberian beasiswa pada mahasiswa asal Konkep merupakan cita-citanya sejak lama. Ia ingin, mahasiswa asal Konkep bisa menyelesaikan kuliahnya tanpa ada kendala yang berkaitan dengan biaya. dengan begitu, kualitas SDM Konkep bisa sejajar dengan daerah lain. “Saya berharap, pemberian beasiswa kepada 1.126 mahasiswa jangan ditafsirkan lain. Ini jadi harapan saya sejak lama, ingin memotivasi anak-anak asal Konkep. Tapi banyak keterbatasan. Sekarang saya sudah jadi bupati, itu bisa saya tunaikan,” katanya, saat diwawancara usai silaturahmi, kemarin.

Menurut Amrullah, untuk membiayai biaya perkuliahan mahasiswa asal Konkep, Pemkab telah anggarkan Rp 6 miliar dalam APBD 2018. Kabar baiknya lagi, dana tersebut sudah menjadi paten dalam APBD karena sudah menjadi peraturan daerah (Perda). Sehingga, siapapun bupatinya, beasiswa tersebut akan terus berjalan dan berkesinambungan.

Dia pun berharap, ke depannya bisa menghadiri wisuda profesor asal Konkep. Sehingga, bantuan yang diberikan menjadi tepat guna dan tetap sasaran serta berimplikasi pada Indeks Peningkatan Manusia (IPM) Kabupaten Konkep. “Pengalaman saya yang dulu jadi mahasiswa di Jogja, wesel dari Wawonii 3 minggu baru sampai, telegram paling cepat satu minggu. Perjalanan itu sedapat mungkin tidak terjadi pada anak-anakku. Makanya, beasiswa menjadi visi misi saya dan pak Lutfi,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Dr. Nur Arafah, M.Si mengatakan, penerima beasiswa kurang lebih 75 persen dari mahasiswa UHO. Adapun beasiswanya sesuai biaya SPP. Ada tiga kriteria yang ditetapkan untuk penerima beasiswa yakni IPK, batas usia dan belum pernah mendapat beasiswa apapun. Sementara yang tidak terkafer di APBD, bupati sendiri yang akan mencarikan solusinya. Bahkan, kata Arafah, bupati Konkep meminta agar yang tidak terkafer sebagai penerima beasiswa karena terganjal aturan, tinggal didata oleh pihak UHO. Arafah menilai, apa yang dilakukan Amrullah merupakan terobosan yang sangat cemerlang. Sebab, pengalokasian dana beasiswa sudah ditetapkan dalam Perda. Sehingga kelak, siapapun bupati Konkep, pemberian beasiswa tersebut akan tetap berjalan.

“Sepajang Wawonii ada, sepanjang itu pula mahasiswa dapat beasiswa. Ini langkah baik. Pemimpin itu hadir untuk menjamin keberlangsungan di daerahnya. Orang mungkin menduga, hanya cari sensasi. Tapi ini akan ada seterusnya,” jelasnya.

Agar beasiswa itu tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, UHO akan membantu Pemkab Konkep agar data IPK valid. Sebab pihak UHO meyakini, jika mahasiswa yang bawa sendiri IPK-nya, tidak akan terjamin keasliannya. Sebab, bisa saja diubah. Tapi data UHO, merupakan data yang tingkat kevalidannya tinggi, karena UHO menggunakan format Pusti. Sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan.

Bagaimana penyaluran beasiswa itu? Nur Arafah menjelaskan, mekanismenya sama dengan pemberian beasiswa PPA bidik misi. UHO tidak menerima uang secara langsung, karena pihak bank yang langsung mentransfer ke rekening mahasiswa. Sementara itu, mahasiswi UHO asal Konkep, Anita mengatakan, sangat senang dengan program Amrullah-Lutfi itu. Sebab, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya itu bisa mengurangi beban orangtuanya yang sehari-hari bekerja sebagai petani di kampungnya.

Rupanya, selain mahasiswa UHO, Pemkab Konkep juga memberikan beasiswa pada mahasiswa UMK dan IAIN Kendari. Hendrik Budianto, mahasiswa FKIP UMK mengatakan, program dari bupati-wakil bupati Konkep sangat bagus. “Pencairannya tepat karena saat pembayaran SPP. Tidak susah lagi, tidak bebani orang tua juga di kampung,” tandasnya, diamini Irnayanti, mahasiswi jurusan Tarbiyah IAIN Kendari

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top