Sopir Truk Diperiksa di Polda Sultra, Pemilik Kayu Ditangani PM – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Sopir Truk Diperiksa di Polda Sultra, Pemilik Kayu Ditangani PM

Kompol Dolfi Kumaseh

KENDARIPOS.CO.ID — Keuntungan yang direguk dari bisnis kayu memang sangat menjanjikan. Tak heran jika ada oknum aparat yang ikut “bermain” kayu. Tak peduli, kayu-kayu itu diambil dari kawasan hutan. Buktinya, Polda Sultra berhasil menangkap ratusan batang kayu ilegal yang diduga milik seorang oknum aparat.

Tim yang dipimpin Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra AKBP Didik Erfianto berhasil mengamankan 300 batang kayu jenis rimba campuran yang diangkut sebuah truk. Truk yang dikemudikan pria bernama Rudi dihentikan saat melintas di Desa Asole, Kecamatan Palangga, Konawe Selatan sekira pukul 02.00 wita, Rabu (10/1). Setelah diperiksa, rupanya truk warna hijau bernopol DT 9289 UH itu terdapat ratusan batang kayu dan sopir tak dapat menunjukkan dokumen kayu.

Karena kayu-kayu itu tanpa dokumen resmi, polisi memandang sebagai kayu ilegal. Sopir dan truk langsung diamankan dan digiring ke Mapolda Sultra. “Kita sudah amankan kayunya. Pemiliknya sudah jelas. Namun untuk oknum anggota itu, kami sudah serahkan semua di PM Angkatan Darat. Kalau Rudi masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sultra,” ujar Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Kamis (11/1) kemarin.

Kepada penyidik, sopir Rudi mengaku kayu-kayu yang diangkutnya milik seorang oknum aparat yang bertugas di Kabupaten Konsel. Hal itu dibenarkan Kompol Dolfi Kumaseh. Kata dia, ada 2 orang yang dianggap terlibat dalam kasus ini, yakni sopir bernama Rudi dan oknum aparat berinisial CN. Menurut Kompol Dolfi, pemeriksaan oknum aparat diserahkan ke Polisi Militer sesuai dengan proporsinya, sedangkan
sopir truk di periksa di Polda Sultra.

Polisi kata Kompol Dolfi masih mendalami kasus ini, utamanya kepada siapa kayu-kayu itu dijual. Informasi awal yang diambil dari pemilik kayu bahwa kayu-kayu itu di jual di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel. Namun untuk lebih lanjut, masih akan di dalami tim dalami. “Untuk proses hukumnya, tim akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka,” tegas Kompol Dolfi Kumaseh. Untuk sementara kedua orang yang diduga terlibat itu melanggar Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan atau Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. (ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top