Pariwara
HEADLINE NEWS

Sidang Nur Alam, JPU KPK Sinyalir Ada Intimidasi Terhadap Saksi

Gubernur Sultra nonaktif, Nur Alam menyalami JPU KPK usai menjalani sidang. Foto: Dok/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Gubernur Sultra nonaktif Nur Alam kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (10/1). Ini adalah sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Ada enam saksi yang dihadirkan. Mereka adalah mantan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Setyawan, Analis Dinas ESDM Sultra Kamrulah, Staf bagian umum Kabupaten Bombana Nursifa, Staf Nur Alam Gian Evantrika, Kepala Bidang Amdal BLH Sultra Aminoto Kamaluddin dan Prihanto dari Balai KSDA.

Nur Alam sudah terpantau hadir sekira pukul 09.30 Wita di PN Tipikor Jakarta Pusat. Menggunakan batik dipadu celana hitam, Nur Alam turun dari mobil tahanan langsung menuju ruang tahanan KPK. Di ruang tunggu tahanan tersebut telah menanti sanak keluarga dan sejumlah kolega asal Sultra termasuk jajaran SKPD Pemprov Sultra. Alasan ruang sidang masih digunakan, jadwal sidang yang sedianya digelar pukul 10.00 WIB terpaksa harus molor hingga pukul 13.30 WIB.

Sebelum dimulainya persidangan, keberatan langsung diajukan oleh pihak kuasa hukum mantan Ketua DPW PAN Sultra tersebut. Kuasa hukum Nur Alam keberatan atas jumlah saksi yang dihadirkan oleh pihak JPU. “Kita mendapatkan kabar bahwa saksi yang dihadirkan berjumlah 4 orang tidak seperti sekarang,” kata Maqdir Ismail, Ketua Tim kuasa hukum Nur Alam kepada majelis hakim dan JPU KPK.

Menjawab pertanyaan tersebut, salah satu JPU KPK menuturkan alasan adanya intimidasi oleh salah satu oknum kepada saksi maka JPU memilih untuk tidak mengabarkan kepada pihak terdakwa. “Kami mensinyalir adanya proses intimidasi yang dilakukan oleh oknum kepada saksi kami. Dan itu sedang kami telusuri,” kata JPU tersebut.

JPU juga mengungkapkan yang perlu diketahui oleh pihak terdakwa hanya jumlah saksi yang akan dihadirkan termasuk ahli. “Itu semua sudah kita serahkan dipelimpahan. Sebanyak 100 saksi yang kemungkinan akan dipanggil. Namun dari 100 itu, kepastian siapa yang akan dipanggil itu tergantung kami dan sesuai dengan KUHAP tidak ada perintah wajib untuk memberitahukan kepada terdakwa atau kuasa hukumnya,” jelasnya.

Menerima alasan itu, kuasa hukum pun tidak banyak menanggapi. Namun kuasa hukum Nur Alam memastikan tidak ada perlakuan intimidasi yang dilakukan kepada saksi. “Silahkan kalau begitu pendapat JPU. Namun saya ingatkan saja, bahwa sebelumnya kita sudah musyawarah di depan majelis dan menyepakati saksi yang akan dihadirkan akan diberitahukan kepada kami,” tuturnya. Dia pun menerima alasan JPU dan kuasa hukum, majelis hakim yang dipimpin Siti Basariah langsung memulai persidangan. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top