Belajar Berhitung Cepat Ala Smart Edu, Mulai Siswa, Guru hingga Orang Tua Siswa – Kendari Pos
Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Belajar Berhitung Cepat Ala Smart Edu, Mulai Siswa, Guru hingga Orang Tua Siswa

HITUNG CEPAT : Pendiri Smart Edu, dr.Hendrik memberikan materi cara cepat menghitung dan menyelesaikan masalah dalam mata pelajaran Matematika (kiri), pagi kemarin. Peserta sangat antusias. Bahkan peserta masih semangat mengikuti seminar hingga sore hari (kanan).

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam dunia pendidikan, ada banyak tantangan yang dihadapi. Tak hanya murid atau pun siswa yang mengalami kendala, tapi guru pun terkadang menemui kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal beraroma eksakta, salah satunya matematika. Tapi kini, mata pelajaran yang terkenal sulit itu, bisa diselesaikan dalam waktu cepat dan mudah, berkat penemuan yang dilakukan dr. Hendrik. Ia menamai metode hitung cepat itu dengan sebutan Smart Edu.

Rabu (10/1), ratusan peserta dari murid Sekolah Dasar (SD) hingga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) memadati aula Graha Pena Kendari Pos. Mereka tampak semangat mengikuti seminar bertema membongkar rahasia berhitung matematika super cepat tanpa kotret dan menghafal cepat, akurat sekali baca bersama dr. Hendrik, penemu dan pendiri Smart Edu.

Peserta seminar, ternyata tak hanya murid dan pelajar. Guru, kepala sekolah hingga orang tua, terdaftar sebagai peserta. Mereka sangat antusias mengikuti materi yang diberikan, meski berbaur dalam satu ruangan dengan anak usia SD dan SMP. dr. Hendrik mengatakan untuk menghasilkan metode hitung cepat ala smart Edu, ia melakukan riset hingga bertahun-tahun dan program itu sudah berjalan 14 bulan se-Indonesia. “Tujuannya sederhana, kita ingin cerdaskan anak bangsa. Materi yang kami ajarkan adalah matematika, agar anak bisa berhitung cepat dan mudah. Semua soal-soal ujian nasional, kami ajarkan dan bisa dijawab dengan cepat dan mudah, supaya anak-anak senang,” ujarnya, Rabu (1o/1/2017).

Ada yang berbeda dengan metode belajar cepat ala Smart Edu. Hendrik sengaja tidak membagikan modul pembelajaran, agar anak-anak bisa mencatat apa yang telah ia ajarkan. Pengalamannya selama ini, banyak anak-anak tidak membaca atau mengulang pelajaran yang telah diberikan. Sehingga, mereka pun lupa dengan apa yang diajarkan.

Pria asal Bandung itu berharap, sepulang dari seminar peserta b bisa mengulang ketika sampai di rumah. “Mereka harus menulis. Kenapa? kita ajarin mereka latihan kemampuan analisis. Jadi anak belajar dan menulis, supaya analisis otak berkembang. Makanya semua soal dan teori saya tulis ulang, supaya jadi terlatih,” jelas dr.Hendrik.

Hendrik mengatakan, riset yang ia lakukan lebih dari 5 tahun untuk mendapatkan metode belajar cepat itu. Program ini ia buat sendiri dengan dua cara yakni teknik dan kemampuan otak. Kemampuan otak harus dilatih setiap hari dan hanya dua menit saja. Tapi diulang terus menerus. Itulah teknik yang dimaksud pria berkacamata itu.

Salah seorang orang tua murid, Ani mengatakan, sangat tertarik saat mendengar akan ada seminar yang diadakan smart edu di Kota Kendari. Makanya, ia langsung memesan dua tiket sekaligus untuk anaknya Nurul yang tercatat sebagai pelajar di Muadz Bin Jabbal Anduonohu. Ani mengakui, anaknya memiliki kelemahan di matematika. Karenanya, sepulang dari seminar, ia ingin mempraktekkan ilmu yang didapat kepada Nurul.

Hal senada dikatakan Salimuddin, S.Pd. Kepala SD 11 Kendari Barat itu mengatakan, setelah mengikuti seminar Smart Edu, banyak manfaat yang ia dapatkan. Terutama dalam hal metode pembelajaran matematika yang selama ini terkenal sulit. Dia pun berjanji, akan memperkenalkan metode hitung cepat itu pada murid dan para guru di sekolahnya.

Ketua Panitia Seminar Smart Edu di Sultra, DR. La Maronta Galib mengatakan dari semua program pelatihan seminar yang pernah diikuti, Smart Edu yang ia anggap luar biasa. Mengapa ? Dosen Fisika FKIP UHO itu melihat Smart Edu memberikan solusi cepat dalam menyelesaikan soal matematika yang selama ini dikenal sebagai masalah bersama, baik itu siswa, guru maupun orangtua. Karenanya, ia sangat antusias mendatangkan dr. Hendrik di Kota Kendari, agar 3 komponen yang ia sebut tadi bisa bersinergi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.”Ini menjadi masalah guru, orang yang berjuang dalam pendidikan atau sains dan orang tua. Lemahnya bukan saja karena anak, tapi karena kita belum ajarkan cara belajar mudah, cepat dan menyenangkan. Sehingga mereka termotivasi untuk belajar,” tandas La Maronta. (ind/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top