Pariwara
Nasional

Kemenkominfo “Eksekusi” 120 Ribu Situs Porno

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bakal “mengeksekusi” konten-konten negatif yang terjaring AIS. Sejak dioperasikan Rabu (3/1), sistem pengais konten negatif itu berhasil menjaring 120 ribu situs porno. Sebanyak 10 ribu URL (uniform resource locator) dinyatakan bermuatan pornografi dan segera dibekukan. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pengerapan mengatakan, hari ini pihaknya akan menyerahkan 10 ribu URL kepada operator untuk segera diblokir.

“Saat ini sedang dikerjakan oleh tim. Dilakukan pengecekan dan validasi. Besok (hari ini, Red) yang 10 ribu akan dinaikkan ke operator,” tutur pria yang akrab disapa Semmy itu kepada Jawa Pos. Semmy menjelaskan, di antara 10 ribu URL yang positif mengandung pornografi itu, kebanyakan beralamat .com. “Ditengarai, pemiliknya adalah orang Indonesia,” ucap dia.

Tak hanya itu, Kemenkominfo juga tengah mengejar Google untuk meminta pertanggungjawaban terkait dengan masih adanya konten porno di search engine-nya. Menurut Semmy, sapaan akrab Semuel, kendati link situs berbau pornografi yang keluar di Google sudah tidak bisa diakses, gambarnya sudah tersaji di laman Google. Hal itulah yang masih menjadi ganjalan. “Besok saya akan ketemu dengan Google. Mau bahas gambar itu. Cari kata kunci, terus klik image, sudah langsung muncul gambar-gambar porno itu. Mau saya marahin dia,” kata Semmy.

Semmy melanjutkan, Google berperan dalam menyediakan gambar-gambar tersebut padahal situsnya sudah diblokir oleh operator.
Google juga yang seharusnya membersihkan itu. “Ini kerjaan Google. Bukan kerjaan saya. Dia yang menyediakan. Dia juga yang harus membersihkan. Enak saja,” ucap Semmy.

Selain mempersoalkan gambar-gambar berbau pornografi yang masih berseliweran di search engine Google, Semmy akan membahas layanan Google Translate yang ternyata bisa digunakan untuk membuka situs-situs yang sudah diblokir oleh operator. Termasuk situs pornografi. Selama ini layanan penerjemahan itu menjadi alat ampuh untuk membuka situs-situ yang sudah diblokir. “Saya mau tanyakan, kok kamu bisa membuka di situ? Kenapa membuat bisa diakses padahal sudah saya blok? Kalau sengaja, itu akan kena pasal membuat dapat diakses,” ungkap Semmy.

Google juga akan diminta untuk bersih-bersih konten porno. Khususnya yang berada di media sosialnya. Semmy menuturkan, itu kewajiban yang harus Google penuhi jika ingin terus eksis di Indonesia. Jika Google tidak patuh, Semmy tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. “Jika mereka tidak mau bersih-bersih halaman, khususnya untuk socmed, mereka akan dikenai pasal karena membiarkan (laman itu tersaji, Red). Hukumannya blok. Saya berani blok Google karena dia ternyata menyediakan pornografi dan enggak mau membersihkan itu,” tegas Semmy.

Hal serupa pernah dilontarkan Semmy kepada WhatsApp. Kemenkominfo memprotes munculnya gif berbau porno di layanan percakapan yang digunakan banyak orang setelah ada aduan dari masyarakat. “Gambar di Google ini lebih parah lagi. Memang saat diklik sudah tidak bisa, tapi kan sudah tersaji,” ucap dia. (and/jpnn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top