Kasus Pungli Dominan dalam Urusan Proyek – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Kasus Pungli Dominan dalam Urusan Proyek

Kompol Dolfi Kumaseh

KENDARIPOS.CO.ID — Kesadaran masyarakat Sultra untuk menghilangkan budaya pungutan liar belum juga terbangun. Meski perbuatan ini masuk dalam kategori perbuatan pidana namun sejumlah oknum masih gemar menerima bahkan meminta uang pelicin, biar urusan segera beres.

Perbuatan pungutan liar masih saja terus terjadi. Buktinya, Satuan Tugas Sapu Bersih Pengutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polda Sultra berhasil mengungkap beberapa kasus. Data Oktober hingga Desember 2017, Satgas mengungkap 12 kasus.

Rupanya, praktik pungli dalam urusan proyek masih sangat mendominasi. “Sebagian telah diproses hingga masuk ke pengadilan. Sebagian lagi masih dalam proses perampungan berkas. Kasusnya lebih banyak operasi tangkap tangan (OTT),” ujar Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh, Jumat (5/1).

Menurut Kompol Dolfi dari 12 kasus itu, sekira 19 orang tersangka yang terciduk polisi. Semuanya sudah ditahan. 3 kasus diantaranya masih tahapan proses penyidikan. Sisanya, 9 kasus sudah dinyatakan beres alias masuk ke ranah meja hijau. Secara umum, dari 19 kasus tersebut, kasus pungli ini terjadi di sektor pendidikan, lelang proyek sampai pengurusan administrasi negara, seperti KTP dan lain sebagainya. “Tapi paling banyak itu di proyek-proyek. Contohnya, ada sebuah proyek, seorang oknum meminta proyek, dan pemberi proyek itu diberi fee. Kasus yang seperti ini paling banyak. Tapi rinciannya kami kurang begitu tahu berapa jumlahnya,” beber Kompol Dolfi Kumaseh.

Nah, untuk mencegah kasus pungli terjadi, Kompol Dolfi Kumaseh menegaskan Satgas Saber Pungli intens sosialisasi di beberapa daerah di Sultra. Bahkan membangun kerja sama dan melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa satuan kerja perangkat daerah  (SKPD). Hanya saja, Satgas Saber Pungli terkendala anggaran sehingga sosialisasi belum ke semua daerah. Kata dia, untuk menghilangkan perilaku pungli, perlu ada perubahan pola pikir masyarakat. Makanya, harus dilakukan langkah preventif sampai represif. “Saber pungli melakukan pengawasan dan supervisi. Untuk proses sosialisasi sudah kami lakukan, misalkan di Kabupaten Kolaka, Konawe dan Konawe Selatan,” tutup Kompol Dolfi Kumaseh. (ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top