Pariwara
Hukum & Kriminal

Bendahara Dispora Konut Ditetapkan Tersangka

Kasat Reskrim Polres Konawe, Iptu Rachmat Zam Zam

KENDARIPOS.CO.ID — Tersangka dugaan kasus korupsi dana rutin, pelatihan wasit dan atlet berprestasi, serta bina pramuka di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Konawe Utara (Konut) tahun 2014 bertambah. Setelah mantan Kadispora, Nasruddin ditetapkan tersangka utama, menyusul mantan bendaharanya, Halik jadi tersangka. Jika Nasruddin sudah ditahan, maka Halik baru akan diproses.

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan penyidik telah menetapkan dan membuat laporan pengaduan (LP) bendahara Dispora Konut tahun 2014 yang turut serta atau ikut menggunakan kewenangan dan jabatannya dalam menyalahgunakan dana rutin tersebut.

“Penyidik telah membuat LP dan mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) tersangka bendahara Dispora Konut sejak 1 Januari dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan dana rutin Dispora Konut tahun 2014. Sebelumnya telah dikirim berkas tersangka mantan Kadispora dan telah lengkap (P21) sejak tahun 2017,” ujar Iptu Rachmat Zam Zam, Jumat (5/1).

Menurut Iptu Rachmat, Halik terbukti membuat SPJ dan LPJ fiktif, yang seolah-olah kegiatan tersebut terlaksana. Faktanya, diketahui kegiatan tersebut tidak pernah terlaksana, namun dananya dapat dicairkan dari kas daerah atas perintah mantan Kadispora Konut, Nasruddin dan diterima oleh kepala dinas. “Untuk kasus Dispora Konut dengan tersangka bendahara, sudah naik status ke tahap penyidikan,” jelas Iptu Rachmat Zam Zam.

Sesuai SOP kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), maka berkas setiap tersangka harus dipisah (Displit). Oleh karena itu, setelah berkas mantan Kadispora Konut telah lengkap (P21), maka berkas tersangka lain menyusul. “Dalam kasus korupsi, setiap pelaku dibuat berkas yang berbeda, dan setelah penetapan tersangka baru, akan dilakukan penyidikan lebih lanjut tentang kasus tersebut,” beber Iptu Rachmat Zam Zam.

Untuk diketahui, total kerugian negara pada kasus tersebut sebesar Rp 320.700.000, Halik telah mengembalikan Rp 16.400.000. Itu berarti, masih tersisa Rp 304.300.000 dana yang belum dikembalikan ke kas negara. Dalam perkara tersebut, tersangka bakal dikenakan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top