Pariwara
Metro Kendari

Pembangunan Jembatan Bahteramas Tak Sesuai Komitmen, Dermaga Lanal Minta Diprioritaskan

Progres pembangunan jembatan Bahteramas yang menghubungkan Kota Lama – Lapulu. Foto : Angga/ Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Tiang jembatan Bahteramas sudah terpancang. Progres pekerjaan jembatan terus digenjot. Namun hingga saat ini Dermaga Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) yang terdampak pembangunan jembatan belum juga dibangun. Padahal dalam perjanjian kerjasama, Pemprov dan TNI AL sudah sepakat bahwa pemasangan tiang pancang harus bersamaan dengan dimulainya pembangunan dermaga Lanal.

Tak heran jika Komandan Lanal (Danlanal) Kendari, Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono menyesalkan tidak adanya skala prioritas pembangunan dermaga sesuai kesepakatan. “Saya sangat menghargai keputusan Gubernur Sultra dan Plt.Gubernur Sultra, namun para stafnya yang seakan-akan tidak memprioritaskan pembangunan Dermaga Lanal. Komitmen kami bahwa dermaga Lanal yang harus didahulukan daripada jembatan Bahteramas, karena bila jembatan yang didahulukan pasti akan mengganggu pembangunan dermaga,” ujar Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono saat ditemui Kendari Pos di ruang kerjannya, Kamis (4/1).

Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono menuturkan komitmen awal pihaknya mengizinkan pembangunan jembatan Bahteramas dilakukan, dengan syarat harus dilakukan dibagian darat pada sisi kiri dan kanan. Dan untuk pemasangan bangunan tengah harus menyelesaikan pembangunan dermaga Lanal lebih dulu. “Sesuai perjanjian bentang tengah itu belum bisa dipasang kalau dermaga Lanal kami belum jadi. Sebab, kalau bentangan jembatan sudah terpasang, pasti pembangunan dermaga Lanal akan terkendala, baik segi materialnya atau yang lainnya,” paparnya.

Namun faktanya, pekerjaan fisik pembangunan dermasa Lanal Kendari baru sebatas pemasangan tiang pancang transtol (penyambung dermaga) pada 16 titik di wilayah yang telah dilakukan pembebasan lahan. Ditambah lagi pada tahun 2018, dermaga Lanal hanya mendapatkan kucuran anggaran dari Pemprov sekira Rp 15 miliar. Sementara untuk menyelesaikan Dermaga Lanal membutuhkan dana sekira Rp 57 miliar. “Saya cuma mau ingatkan Pemprov Sultra supaya dermaga kami diprioritaskan, karena informasi yang kami terima dari tim anggaran bahwa Pemprov hanya menganggarkan Rp 15 miliar saja. Kalau hanya itu anggarannya yang diberikan berarti tidak serius, sementara jembatan Bahteramas harus selesai Desember 2018. Lalu, kalau begitu dermaga Lanal kapan jadinya, sedangkan anggarannya hanya berapa persen yang diberikan dari anggaran yang seharusnya,” jelasnya Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono.

Olehnya itu agar pembangunan jembatan Bahteramas tidak terganggu, Kolonel Laut (P) Prio Budie Leksono berharap pembangunan dermaga Lanal Kendari diprioritaskan. Bahkan kata Danlanal Kendari pihaknya akan memberikan ruang kepada Pemprov untuk melanjutkan pembangunan jembatan Bahteramas bila pembangunan dermaga Lanal Kendari telah mencapai 70 persen. “Intinya Lanal Kendari mengizinkan Pemprov untuk melanjutkan pekerjaan untuk sisi kanan dan kiri jembatan di daratan, namun untuk penyambungan bentangannya harus selesai Dermaga Lanal lebih dulu. Karena itu sesuai dengan komitmen awal. Karena ini komitmennya bukan dengan Lanal Kendari tetapi Pemprov Sultra dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yaitu atasan kami dengan Pemprov, jadi kami bawahan harus mengawal komitmen ini,” tegasnya. Untuk diketahui, anggaran pembangunan dermaga Lanal melekat di pagu anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) SultraSultra

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top