Pariwara
Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi, Berkas Mantan Kadis di Buton Lengkap

KENDARIPOS.CO.ID — Berkas perkara La Renda, tersangka dugaan korupsi pengadaan air bersih dan pembukaan lahan transmigrasi di Desa Lapokamata, Lasalimu Selatan, Buton tahun 2015 akhirnya tuntas. Penyidik Polres Buton sudah memenuhi petunjuk jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton. Bahak, berkas perkara La Renda, mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buton dilimpahkan penyidik ke Kejari Buton. “Syarat formil dan materil dilengkapi dan sudah diserahkan kepada jaksa,” kata AKBP Andi Heman, Kapolres Buton, Kamis (4/1).

Kepastian lengkapnya berkas tersangka La Renda itu diungkapkan pula Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Buton. Dalam waktu dekat, penyidik Polres Buton akan menyerahkan tersangka dan barang bukti. “Proses P21 (berkas perkara dinyatakan lengkap) akhir Desember lalu,” ujar Firdaus.

Firdaus juga memastikan, La Renda Cs akan tetap ditahan ketika sudah menjadi kewenangan Kejari Buton. Namun dari sisi subjektif dan objektifnya bakal dipertimbangkan kembali terutama menyangkut pengembalian kerugian negara. “Kita belum tahu kerugian negara sudah pulih atau belum. Pada intinya mengenai penahanan pasti kita lakukan,” tegasnya.

Diketahui, La Renda diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana pembukaan lahan transmigrasi dan pengadaan sarana air bersih tahun 2015. Kegiatan yang didanai Rp 1 miliar dari APBN itu melekat pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsos Naketrans) Kabupaten Buton dan saat itu La Renda menjabat kepala dinas. Belakangan, ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp.423 juta. La Renda pun sejak November 2017 lalu ditahan oleh penyidik Polres Buton. Kasus ini menyeret 5 tersangka lainnya, yakni kontraktor pekerjaan, La Atiri, Rifaldi mencairkan dana, Muh.Aris selaku Direktur CV. Jala Rambang, Hayan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Iksanuddin. Mereka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 KUHPidana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan minimal 4 tahun pidana kurungan. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top